Matrik dan Ruang Vektor

___0.8 0.3 0.2

P= 0.1 0.2 0.6 ; X (0) = (0 1 0)

___0.1 0.5 0.2

15 Responses to “Matrik dan Ruang Vektor

  • aris setiawan
    6 years ago

    ass…saya adalah mahasiswa teknik industri yang bapak ampu mata kuliah MRV..saya angkatan 2007 non reguler dengan nim i1307027..saya menyertakan resume kuliah hari ini tanggal 23 agustus 2010 dibawah ini:

    CHURN FENOMENA
    Dewasa ini persaingan antara provider berlangsung sengit, bagaimana seorang pengguna kartu perdana seluler dengan mudahnya berganti-ganti kartu perdana, hal ini disebabkan munculnya provider-provider baru dengan harga perdana yang murah dengan fitur yang mewah. Fenomena ini disebut dengan Churn fenomena. Churn fenomena adalah suatu fenomena berpindah-pindah. Fenomena ini kerap terjadi disekitar kita, seperti persaingan antara Provider telekomunikasi..
    Provider-provider yang sudah besar melakukan riset terhadap pengguna kartu perdana seluler untuk mengetahui jumlah pengguna yang berpindah. Riset ini menggunakan teori matrix dan ruang vector, kita hanya perlu mensurvei beberapa pengguna kartu seluler dengan menggunakan teori sampling random. Apabila kita menemukan probabilitas dari data yang kita peroleh, misalnya a11/ƩT, kita bias menghitung untuk mendapatkan berapa pengguna yang berpindah. Dibawah ini contoh tabel matrikulasi untuk menyurvei pengguna seluler.
    Tabel Matrikulasi pengguna kartu seluler
    Telkom Isat Xl
    Telkom a11 a12 a13 ƩT=1
    Isat a21 a22 a23 ƩI=1
    Xl a31 a32 a33 ƩX=1
    ƩT=1 ƩI=1 ƩX=1
    Dasar teori matrik dan ruang vektor adalah berupa baris dan kolom, kemudian dilakukan pengalian vektor. Dibawah ini adalah dasar dari teori matrik dan ruang vektor.

    A

    a11 a12 a13

    a21 a22 a23
    a31 a32 a33

    A.A = A2
    A.A2 = A3
    A.Ak = Ak+1

    Apabila dari riset tersebut telah diperoleh matrik Ak+1, maka Provider dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

    a. Memperbanyak iklan di media cetak, pertelevisian.
    b. Memasang spanduk di tempat-tempat strategis, misalnya di perempatan jalan, ditengah kota dll.
    Permasalahan yang timbul bukan itu saja, banyak daerah-daerah terpencil belum terdapat BTS. Provider-provider seluler hanya beberapa yang memasang BTS, itupun provider besar misalnya Telkomsel, XL, dan Indosat. Sesuai SK pemerintah, maka setiap provider seluler mendirikan BTS di setiap daerah terpencil.
    Masalah BTS pun telah selesai, namun seiring berjalannya waktu banyak masalah yang timbul, misalnya penduduk didaerah terpencil harus mengisi pulsanya dikota dan itu memerlukan waktu yang panjang. Setelah diadakan operasi pasar diketahui bahwa saluran distribusi dari pihak provider ke agen dan kios-kios kecil tidak berjalan dengan lancar. Hal ini disebabkan oleh fee yang tidak terbagi dengan rata. Akhirnya masalah itu dapat terselesaikan dengan baik.

    Disusun oleh

    Aris setiawan
    I1307027

  • aris setiawan
    6 years ago

    ass…saya adalah mahasiswa teknik industri yang bapak ampu mata kuliah MRV..saya angkatan 2007 non reguler dengan nim i1307027..saya menyertakan resume kuliah hari ini tanggal 23 agustus 2010 dibawah ini:

    CHURN FENOMENA
    Dewasa ini persaingan antara provider berlangsung sengit, bagaimana seorang pengguna kartu perdana seluler dengan mudahnya berganti-ganti kartu perdana, hal ini disebabkan munculnya provider-provider baru dengan harga perdana yang murah dengan fitur yang mewah. Fenomena ini disebut dengan Churn fenomena. Churn fenomena adalah suatu fenomena berpindah-pindah. Fenomena ini kerap terjadi disekitar kita, seperti persaingan antara Provider telekomunikasi..
    Provider-provider yang sudah besar melakukan riset terhadap pengguna kartu perdana seluler untuk mengetahui jumlah pengguna yang berpindah. Riset ini menggunakan teori matrix dan ruang vector, kita hanya perlu mensurvei beberapa pengguna kartu seluler dengan menggunakan teori sampling random. Apabila kita menemukan probabilitas dari data yang kita peroleh, misalnya a11/ƩT, kita bias menghitung untuk mendapatkan berapa pengguna yang berpindah. Dibawah ini contoh tabel matrikulasi untuk menyurvei pengguna seluler.
    Tabel Matrikulasi pengguna kartu seluler
    Telkom Isat Xl
    Telkom a11 a12 a13 ƩT=1
    Isat a21 a22 a23 ƩI=1
    Xl a31 a32 a33 ƩX=1
    ƩT=1 ƩI=1 ƩX=1
    Dasar teori matrik dan ruang vektor adalah berupa baris dan kolom, kemudian dilakukan pengalian vektor. Dibawah ini adalah dasar dari teori matrik dan ruang vektor.

    A

    a11 a12 a13

    a21 a22 a23
    a31 a32 a33

    A.A = A2
    A.A2 = A3
    A.Ak = Ak+1

    Apabila dari riset tersebut telah diperoleh matrik Ak+1, maka Provider dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

    a. Memperbanyak iklan di media cetak, pertelevisian.
    b. Memasang spanduk di tempat-tempat strategis, misalnya di perempatan jalan, ditengah kota dll.
    Permasalahan yang timbul bukan itu saja, banyak daerah-daerah terpencil belum terdapat BTS. Provider-provider seluler hanya beberapa yang memasang BTS, itupun provider besar misalnya Telkomsel, XL, dan Indosat. Sesuai SK pemerintah, maka setiap provider seluler mendirikan BTS di setiap daerah terpencil.
    Masalah BTS pun telah selesai, namun seiring berjalannya waktu banyak masalah yang timbul, misalnya penduduk didaerah terpencil harus mengisi pulsanya dikota dan itu memerlukan waktu yang panjang. Setelah diadakan operasi pasar diketahui bahwa saluran distribusi dari pihak provider ke agen dan kios-kios kecil tidak berjalan dengan lancar. Hal ini disebabkan oleh fee yang tidak terbagi dengan rata. Akhirnya masalah itu dapat terselesaikan dengan baik.

    Disusun oleh

    aris setiawan
    i1307027

  • lha koq belum ada tulisannya pak?
    hmmm….udah di tunggu postingnya

  • ARIS SETIAWAN
    6 years ago

    CHURN FENOMENA
    Dewasa ini persaingan antara provider berlangsung sengit, bagaimana seorang pengguna kartu perdana seluler dengan mudahnya berganti-ganti kartu perdana, hal ini disebabkan munculnya provider-provider baru dengan harga perdana yang murah dengan fitur yang mewah. Fenomena ini disebut dengan Churn fenomena. Churn fenomena adalah suatu fenomena berpindah-pindah. Fenomena ini kerap terjadi disekitar kita, seperti persaingan antara Provider telekomunikasi..
    Provider-provider yang sudah besar melakukan riset terhadap pengguna kartu perdana seluler untuk mengetahui jumlah pengguna yang berpindah. Riset ini menggunakan teori matrik dan ruang vektor, kita hanya perlu mensurvei beberapa pengguna kartu seluler dengan menggunakan teori sampling random. Apabila kita menemukan probabilitas dari data yang kita peroleh, misalnya a11/ƩT, kita bias menghitung untuk mendapatkan berapa pengguna yang berpindah. Dibawah ini contoh tabel matrikulasi untuk menyurvei pengguna seluler.
    Tabel Matrikulasi pengguna kartu seluler
    Telkom Isat Xl
    Telkom a11 a12 a13 ƩT=1
    Isat a21 a22 a23 ƩI=1
    Xl a31 a32 a33 ƩX=1
    ƩT=1 ƩI=1 ƩX=1
    Dasar teori matrik dan ruang vektor adalah berupa baris dan kolom, kemudian dilakukan pengalian vektor. Dibawah ini adalah dasar dari teori matrik dan ruang vektor.

    a11 a12 a13
    A
    a21 a22 a23
    a31 a32 a33

    A.A = A2
    A.A2 = A3
    A.Ak = Ak+1
    Apabila dari riset tersebut telah diperoleh matrik Ak+1, maka Provider dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
    a. Memperbanyak iklan di media cetak, pertelevisian.
    b. Memasang spanduk di tempat-tempat strategis, misalnya di perempatan jalan, ditengah kota dll.
    Permasalahan yang timbul bukan itu saja, banyak daerah-daerah terpencil belum terdapat BTS. Provider-provider seluler hanya beberapa yang memasang BTS, itupun provider besar misalnya Telkomsel, XL, dan Indosat. Sesuai SK pemerintah, maka setiap provider seluler mendirikan BTS di setiap daerah terpencil.
    Masalah BTS pun telah selesai, namun seiring berjalannya waktu banyak masalah yang timbul, misalnya penduduk didaerah terpencil harus mengisi pulsanya dikota dan itu memerlukan waktu yang panjang. Setelah diadakan operasi pasar diketahui bahwa saluran distribusi dari pihak provider ke agen dan kios-kios kecil tidak berjalan dengan lancar. Hal ini disebabkan oleh fee yang tidak terbagi dengan rata. Akhirnya masalah itu dapat terselesaikan dengan baik.

    Disusun oleh

    Aris setiawan
    i1307027

  • Ass.Wr.wb
    Saya Dwi Indah Maryanie (I0309015), mahasiswa Teknik Industri angkatan 2009.

    Kesan pertama kali ketika saya mendapatkan mata kuliah dari bapak , jujur saya cukup terkejut. Karena dalam pikiran saya, makul MRV ini akan diajarkan dengan cara-cara sebelumnya,yakni hanya sekedar teori. Namun, ternyata bapak langsung mengajarkan penggunaan matrik dalam kehidupan nyata. Percaya atau tidak, hal ini telah menjawab pertanyaan saya tentang penggunaan matematika, khususnya matrik, dalam kehidupan sehari-hari.

    Mariks adalah suatu kumpulan bilangan yang disusun menurut baris dan kolom yang terbentuk menjadi sebuah persegi panjang. Salah satu penggunaan matriks dalam kehidupan sehari-hari adalah pengetasan masalah mengenai FENOMENA CHURN pada industri provider. Churn adalah berpindahnya sesuatu dari tempat satu ke tempat lain. Dalam hal ini adalah berpindahnya konsumen dari satu provider ke provider lain. Matriks dalam hal ini digunakan untuk mengetahui apakah suatu provider mengalami penurunan jumlah konsumen atau tidak.

    Berikut ini adalah cara menggunakan matriks dalam mensurvei jumlah konsumen suatu provider :
    Tahap pertama adalah mendata jumlah konsumen provider di suatu wilayah.
    Tahap kedua adalah membuat tabel di mana sisi satu yakni kolom (vertikal) adalah jumlah konsumen tiap provider pada masa sekarang, dan sisi lainnnya yakni baris (horizontal) adalah jumlah konsumen sebelumya. Jika konsumen tetap setia pada satu providernya maka diisikan pada kolom dengan provider yang sama pada sisi horizontal dan verticalnya. Jika konsumen beralih dari provider A ke provider B ,maka data diisikan pada tabel baris B dengan kolom A.
    Tahap ketiga adalah membagi data-data yang telah diperoleh dengan jumlah subjek yang diteliti. Hal ini disebut probabilitas. Dari harga probabilitas inilah kita dapat mengetahui apakah konsumen pada provider tersebut berpindah atau tetap setia pada provider tersebut. Jika pada tabel baris A dengan kolom A harganya besar daripada baris A dengan kolom B, maka dikatakan bahwa konsumen provider A tetap setia. Begitu pula sebaliknya.

  • fikri indra maulana
    6 years ago

    asalamualaikum warohmatullah wabarokatu..
    saya fikri indra maulana mahasiswa teknik industri 2009..
    kean pertama da kedua mengikuti kuliah MRV d kelas bapak hanya ada 4 jempol yang teracung…

    saya cm ingin bertanaya, apakah mungkin permodelan MRV dapat menjawab masalah pemerataan penduduk di INdonesia???

  • novita hadiningrum
    6 years ago

    Ass.Wr.wb
    Saya novita hadiningrum (i0309038), mahasiswa Teknik Industri angkatan 2009.

    Maaf pak, mungkin ini sudah terlalu lama untuk memberikan komentar, tapi yang saya ingat tentang kuliah pertama dan kedua adalah fenomena churn. Fenomena ini bapak tunjukkan dengan keadaan klien-klien pada perusahaan telekomunikasi, yang dapat diamati dan dilakukan perhitungan melalui proses matriks itu sendiri. Sehingga kita dapat menentukan kapan perusahaan itu mengalami kestabilan atau stack ( bangkrut) dengan menggunakan perkalian matriks. Sedangkan pertemuan kedua yang membahas tentang pixel dalam kamera teknologi tinggi dan kamera handphone biasa, mengacu kepada matriks dekomposisi (pecah)

  • Imanuel Prasetyo Widianto
    6 years ago

    Salam super untuk kita semua..
    sebelumnya saya meminta maaf karena baru menulis di blog ini untuk pertama kalinya..

    saya ingin menyatakan pemikiran saya tentang mata kuliah MRV ini.
    di dalam mata kuliah MRV ini ternyata banyak sekali hal-hal di luar konteks “matriks”yang dapat kita hubungkan dengan inti dari mata kuliah ini.
    salah satunya adalah Fenomena Churn
    Dalam konteks customer base, Churn adalah persentase pelanggan yang meninggalkan supplier/provider dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menandai ketidakpuasan customer,
    Tawaran lebih murah dari pesaing, pemasaran yang lebih baik oleh pesaing, atau penyebab lain adalah salah satu penyebab terjadinya Churn.

    Namun apa hubungan Churn dengan mata kuliah ini?

    Di dalam mata kuliah MRV dipelajari konsep pengalian matriks yaitu pengalian baris dan kolom dimana bisa kita hubungkan dengan kondisi pemasaran para provider/supplier
    saya sependapat dengan tulisan dari saudara Aris setiawan di atas mengenai penggunaan teori sampling random dan cara mendapatkan hasil pengalian matriks oleh saudari Dwi indah maryanie.
    jika kita mendapat data sampling tersebut, kita bisa memperkirakan kapan sebuah produk akan mengalami Churn fenomena.
    Churn fenomena ditandai dari hasil pengalian matriks, dimana hasil pengalian secaraberulang tersebut akan didapati suatu angka yang stagnan(tidak berubah-ubah)

    jika ada kesalahan mohon direvisi..terimakasih

    Imanuel Prasetyo Widianto/I0309029

  • Quraish
    6 years ago

    Assalamualaikum wr wb,
    Saya Quraish (I0309041) dari Teknik Industri Angkatan 2009

    Sebelumnya saya meminta maaf dikarenakan mengirimkan tulisan ini yang sudah sangat terlambat…

    Saya ingin membahas sedikit mengenai “Churn Fenomena”

    Tiap perusahaan memiliki cara tersendiri dalam menawarkan layanan yang berkualitas dengan harga seminimum mungkin. Hal ini diharapkan dapat menarik pelanggan sebanyak mungkin agar pendapatan yang masuk kas perusahaan semakin optimal pula. Hal-hal seperti diataslah yang menyebabkan fenomena churn terjadi, dimana para
    pelanggan cabut akibat tidak puas atas layanan yang diberikan, ataupun memutuskan untuk pindah dari satu provider ke provider yang lain karena tergiur penawaran fasilitas dan harga yang lebih menarik. Fenomena churn ini tentu saja meresahkan, karena jika tidak dicegah dan ditangani akan berakibat pada penurunan revenue perusahaan.

  • Quraish
    6 years ago

    Assalamualaikum wr wb,
    Saya Quraish (I0309041) dari Teknik Industri Angkatan 2009

    Sebelumnya saya meminta maaf dikarenakan mengirimkan tulisan ini yang sudah sangat terlambat…

    Saya ingin membahas sedikit mengenai “Churn Fenomena”

    Setiap perusahaan telekomunikasi sperti XL,Indosat,Telkomsel, dll. memiliki cara tersendiri dalam menawarkan layanan yang berkualitas dengan harga minimal, hal ini diharapkan agar bisa menarik pelanggan yang meningkatkan juga pendapatan perusahaan tersebut. Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan fenomena churn terjadi, dimana para pelanggan pindah ke operator/perusahaan telekomunikasi lain karena tidak puas atas layanan dan terutama di indonesia adalah tarif dan fasilitas. Fenomena churn ini tentu saja meresahkan, karena jika tidak dicegah dan ditangani akan berakibat pada penurunan penghasilan perusahaan.

    Data churn bersifat tidak seimbang sehingga kecenderungan kelas data menjadi tidak stabil karena data akan lebih condong ke bagian data yang memiliki komposisi data lebih besar. Penyelesaian ketidakseimbangan data akan dilakukan dengan memodifikasi dataset dengan metode oversampling. Oversampling dilakukan dengan menyeimbangkan jumlah distribusi data dengan meningkatkan jumlah data kelas minor. Hasil akhirnya adalah mengetahui bagaimana pengaruh metode oversampling yang digunakan terhadap akurasi prediksi data churn dengan melakukan penghitungan akurasi.Suatu metode sampling yang baik digunakan pada sisi kasus ketidakseimbangan/imbalance, belum tentu baik jika dilihat dari sisi kasus churn, begitu pula sebaliknya.

    Sekian dari saya Pak, apabila ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaafkan dan di revisi lagi…
    Wassalamualaikum wr wb.

  • fikri indra maulana
    6 years ago

    asalamualaikum, pa ini fikri mahasiswa bapa yang suka duduk sebelah kiri bapak di depan kursi no. 2,
    pa saya inget banget bapa bilang tuhan buat dunia ini ga asal2an dan pasti sudah di atur sedemikian rupa..
    terus saya juga inget pelajaran biologi bahwa alam ini pasti berusaha menyeimbangkan dirinya..
    pa, tugas kita sebagai manusia itu untuk menjaga keseimbangan alam, pa, di pikiran saya terbersit sebuah fikiran berarti kalo kita bisa menemukan rumus atau permodelan matematika atau “sedemikian rupa” dari tuhan buat berarti kita bisa sedikit banyak memperbaiki alam ini pa??

  • Asslamualaikum Wr. Wb.
    bon soir mr. sutanto

    Saya mahasiswa bimbingan bapak…
    nama saya “Alfian Destha Joanda”
    nim i0309003

    saya mau menanyakan tentang churn phenomenal

    apakah dalam meramal kemungkinan masa depan suatu pasar
    masa depan perusahaan selalu aman pak?

  • Ass.Wr.Wb.

    Saya Ayudia Rachma F pak, mahasiswa TI UNS angkatan 2009. Sebelumnya saya mohon maaf kalau baru sekarang saya komen di blog bapak. Menurut saya, mata kuliah matriks dan ruang vektor yang diajarkan oleh Bapak sangat diperlukan dan sangat penting dalam merancang suatu permodelan matematik yang berkaitan dengan bidang keilmuan TI terutama dalam menentukan konsep-konsep peramalan. Saya mau bertanya pak, bagaimana aplikasi Lease Square dalam bidang-bidang peramalan tersebut?

    Terima kasih atas perhatiannya….

    Wass.Wr.Wb.

  • Kautzar Rizka Igaputra
    6 years ago

    Assalamualaikum, wr. wb
    Saya Kautzar Rizka Igaputra (I0309031), mahasiswa Teknik Industri angkatan 2009. Sebelumnya saya minta maaf baru memberikan penulisan MRV yang terlambat pada blog bapak.
    Hari demi hari yang telah bapak ajarkan, memberi kesan pengajaran bapak bersifat membangun atas kebanggaan jurusan yang telah dipilih anak didiknya. Pengajaran yang membangun pilar-pilar semangat dalam diri seorang mahasiswa yang selalu mengaplikasikan suatu ilmu matematika yang terkesan sulit dengan jurusan anak didiknya sehingga pandangan seorang mahasiswa terhadap masa depan lebih terkesan mudah dan semakin bangga akan jurusan yang telah dipilihnya dengan sendirinya menimbulkan tujuan menghilangkan kesan sulit pada matematika.
    Dsini sya ingin mmbicarakan tentang hubungan antara mrv dan fenomena churn yang telah terjadi pada perindustrian provider. Matriks ini merupakan suatu data yang telah dikumpulkan sehingga disusun menjadi table baris dan kolom sehingga dapat diestimasi dan dibentuk menjadi suatu kurva yang nantinya dapat diaplikasikan dengan fenomena churn, disinilah hubungan antara matriks dan fenomena churn,dimana fenomena churn merupakan berpindahnya pelanggan dari provider satu ke provider lain.dalam suatu kumpulan pelanggan atas alasan tertentu. Pengaplikasian ini dapat terhubung apabila data-data yang telah ada dan tersusun antara baris dan kolom menjadi suatu penggambaran dan penjelasan bahwa suatu provider dapat dikatakan telah maju atau bangkrut kedepannya. Ini menjadikan suatu matriks dapat mempermudah penggambaran churn yang telah terjadi pada provider-provider.
    Trmaksih atas bimbingannya pak, kalaupun ada ksalahan dalam penulisan saya mohon bimbingannya.

    Kautzar Rizka Igaputra Teknik Industri, I0309031

  • Assalamualaikum, wr. wb
    Saya Kautzar Rizka Igaputra (I0309031), mahasiswa Teknik Industri angkatan 2009. Sebelumnya saya minta maaf baru memberikan penulisan MRV yang terlambat pada blog bapak.
    Hari demi hari yang telah bapak ajarkan, memberi kesan pengajaran bapak bersifat membangun atas kebanggaan jurusan yang telah dipilih anak didiknya. Pengajaran yang membangun pilar-pilar semangat dalam diri seorang mahasiswa yang selalu mengaplikasikan suatu ilmu matematika yang terkesan sulit dengan jurusan anak didiknya sehingga pandangan seorang mahasiswa terhadap masa depan lebih terkesan mudah dan semakin bangga akan jurusan yang telah dipilihnya dengan sendirinya menimbulkan tujuan menghilangkan kesan sulit pada matematika.
    Dsini sya ingin mmbicarakan tentang hubungan antara mrv dan fenomena churn yang telah terjadi pada perindustrian provider. Matriks ini merupakan suatu data yang telah dikumpulkan sehingga disusun menjadi table baris dan kolom sehingga dapat diestimasi dan dibentuk menjadi suatu kurva yang nantinya dapat diaplikasikan dengan fenomena churn, disinilah hubungan antara matriks dan fenomena churn,dimana fenomena churn merupakan berpindahnya pelanggan dari provider satu ke provider lain.dalam suatu kumpulan pelanggan atas alasan tertentu. Pengaplikasian ini dapat terhubung apabila data-data yang telah ada dan tersusun antara baris dan kolom menjadi suatu penggambaran dan penjelasan bahwa suatu provider dapat dikatakan telah maju atau bangkrut kedepannya. Ini menjadikan suatu matriks dapat mempermudah penggambaran churn yang telah terjadi pada provider-provider.
    Trmaksih atas bimbingannya pak, kalaupun ada ksalahan dalam penulisan saya mohon bimbingannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar