Re-Booting Business and The World

Prinsip Pasar Bebas telah terbukti menimbulkan kekacauan, perang, konflik etnik, kerusakan lingkungan dan kerugian sangat besar. Perekonomian global tidak dapat dipertahankan lagi karena pasar bebas menemui jalan buntusetelah didera krisis finansial global. John Gray – London School of Economics.

We argue that collaborative innovation is not only transforming our economy but all of society and its many institutions. Now the onus is now on each of us to lead the transformation in our households, communities and workplaces. After all, the potential for new models of collaboration does not end with the production of software, media, entertainment and culture. Why not open source government, education, science, the production of energy, and even health care?
In every corner of the globe, businesses, organizations, and individuals alike are using mass collaboration to revolutionize not only the way we work, but how we live, learn, create, and care for each other. (Macrowikinomics)

Kami berpendapat bahwa inovasi kolaboratif tidak hanya mengubah ekonomi kita, tetapi semua masyarakat dan lembaga banyaknya. Sekarang tanggung jawab berada sekarang kita masing-masing untuk memimpin transformasi dalam kita, komunitas rumah tangga dan tempat kerja. Setelah semua, potensi model baru dari kolaborasi tidak berakhir dengan produksi perangkat lunak, media hiburan, dan budaya. Mengapa tidak open source untuk pemerintahan, pendidikan, ilmu pengetahuan, produksi energi, dan bahkan perawatan kesehatan?
Di setiap sudut dunia, bisnis, organisasi, dan individu sama-sama menggunakan kolaborasi massa untuk tidak hanya merevolusi cara kita bekerja, tetapi bagaimana kita hidup, belajar, membuat, dan merawat satu sama lain. (Google Translate)

“Don’t be surprised if the next Steve Jobs or Bill Gates comes from my China. That’s the message of Silicon Dragon that profiles the new generation of Chinese entrepreneurs who are challenging the U.S. for global high-tech leadership”. Rebbecca A. Fanin – Silicon Dragon.

“Orang Dortmund masih menangisi dan bernostalgia dengan pabrik baja super raksasa Phoniex yg dibangun sejak pasca PD II yang di tukar dengan sepatu boot merk Phoenix buatan China“.

Pesan diatas terinspirasi dari sebuah film yang dibintangi oleh Jet Li berjudul Kiss of the Dragon, sebuah kearifan budaya China Tusuk Jarum menjadi senjata beladiri yang ampuh untuk menaklukan senjata-senjata mutakhir dari kepolisian Prancis.

Inilah saatnya menghadapi sebuah fakta baru bahwa Sang Dragon telah terbangun dari tidurnya (Meski Napoleon Bonaparte pernah berpesan : Jangan sekali-kali kamu bangunkan sang naga dari tidurnya karena ia akan terbang sampai ke bulan). Sang Dragon telah mampu mengalahkan negara negara maju termasuk Amerika Serikat sekalipun dengan perusahaan berbasis teknologi seperti Google, Yahoo, dan Ebay. China telah mampu memadukan dan menkoordinasikan teknologi Informasi dan Budayanya. Potensi yang tersimpan dalam energi potensial telah digerakkan dengan energi kinetik internet. Perpaduan itu telah menghasilkan gerak kolektif dan produktif seperti layaknya energi Mekanik yang sempurna, beberapa produk yang telah mengisi contents internet di China bahkan telah mewarnai contents dunia :

  1. Baidu- Robin Lie yang membuat Google berguguran di China,
  2. Alibaba – ilmu sihir Jack Ma yang tidak pernah diprediksi penulis Harry Poter bakalan ada ilmu sihir yang sanggup menggeser Ebay dan Yahoo bahkan mencatat rekor di IPO,
  3. Dangdang – Peggy Yu yang membuat Jeff Bezos angkat kopernya yang berisi Amazon.com dari China,
  4. PingCo – Ping saya ya….milik Charles Wang dengan Skype versi handphone dan ber SMS serta chatting gratis.

Pendulum itu bergerak dengan energi mekanik laksana perpaduan antara budaya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mereka menggali akar-akar kuat budaya kolektifnya untuk diangkat menjadi sebuah produk yang berbasis teknologi Informasi.

Konten berbasis Kearifan Lokal

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan uang? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa di-ekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet. Secara statistik ada 2 fenomena besar dalam bermain internet :

  1. Banyak orang yang googling atau searching di rapidshare untuk mengambil file yang ada di server tersebut.
  2. Disatu sisi Banyak orang yang menanyakan : “Bagaimana agar websitenya bisa eksis dan di hit atau dikunjungi oleh banyak orang?”

Cerita kesuksesan pertumbuhan ekonomi di China dan India yang laju pertumbuhan ekonominya mendekati 2 digit tidak  lepas dari peran teknologi Informasi dan komunikasi. Jack Ma alumni Microsoft Seatle dengan ilmu sihirnya telah membangkitkan sebuah teori market engineering dengan membuat pasar virtual www.alibaba.com. Dia telah berhasil mengajak orang-orang yang mencari barang-barang dari jarum jahit sampai mesin pemanen padi. Logika serta tahapan apa yng dia bangun diawal? Kesimpulan sementara, Jack Ma telah berhasil menyodorkan atau menampilkan tulisan atau data di website dia pada tahap permulaan. Data-data dia itu sering dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Akhirnya banyak orang yang mencari data bertemu di website dia. Jadilah website itu pasar yang mendunia.

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Anda kesulitan belajar matematika, belajarlah ke Bangalore ! Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan.

Untuk skala yang lebih besar dan terkoordinir silakan anda berkunjung ke www.tifac.com TIFAC Technology Information, Forecasting and Assessment Council is an autonomous organization set up in 1988 under the Department of Science & Technology to look ahead in technologies, assess the technology trajectories, and support technology innovation by network actions in select technology areas of national importance.

Kedua contoh Chindia tersebut diatas, berawal dari berpikir memberi lebih baik daripada menerima atau mengambil dari orang lain.

Tabel 1 adalah data keywords yang sering muncul dalam 30 hari terakhir di bulan april-mei 2011 di 4 negara yang mewakili masing-masing benua. Data ini sekedar menunjukan secara statistik adalah sebuah sample dari berfikir kolektif dalam sebuah negara. Nampak jelas bahwa orang China mempunyai karakter tersendiri dalam berinternet.  Karena mereka kaya dengan ragam budaya yang dimiliki. Dan mau menyampaikan kepada yang lain dan menghimpunnya dalam sebuah directory product yang disebut dengan konten lokal.

No

Indonesia

China

Prancis

Australia

1 osama Hari Ibu ben laden bin laden
2 osama bin laden Ibu ben laden mati bin laden dead
3 nii Mei Hari libur kate middleton osama bin laden
4 sasha grey Cerita Hantu le bon coin.fr royal wedding
5 kate middleton Fairy Jepang impots.gouv.fr kate middleton
6 snmptn 3d futon daging www.caf.fr mothers day
7 barcelona Onlylady impots justin bieber
8 real madrid Wanita Catatan. glee easter show
9 norman kamaru futon Daging jeux de fille easter
10 briptu norman Obat rumah. Xin chatroulette coles

Tabel 1. Data Google insight 13 Mei 2011

Dari fakta tersebut, nampak bahwa sekiranya kita telah disibukkan dengan memberi sesuatu kepada yang lain melalui internet akan melupakan berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat didepan internet.

Sikap yang kedua yang tidak kalah penting adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang tatkala menghadapi sesuatu yang baru dan datang dari luar komunitas mereka. Sering orang Indonesia latah dalam menterjemahkan dan mensikapi (Toilet : WC, Conducteur : Kondektur, Cafe : “Cafe”). Pasti masing-masing negara dengan kultur yang dia miliki akan sangat berbeda, terutama dalam mensikapi Internet yang notabene sesuatu yang baru dan datang dari luar. Seakan-akan barang baru (=Internet) hanya untuk segmentasi kalangan tertentu dan berbau high technology. Sehingga sulit untuk membumikan. Padahal sektor riil yang saat ini benar-benar yang membutuhkan karena kekayaan konten yang dimiliki. Seperti halnya di India, internet sudah sampai kepada petani dan peternak sapi perah yang susunya sudah masuk ke gerai Carrefour yang ownernya orang Prancis.

Tulisan Nuqman Luthfi di virtual.com terkait program eduksi internet untuk marketing ekspor setelah bertemu dengan Menteri Marie Elka Pangestu, menunjukkan betapa hari ini ekspor dengan dibantu internet masih sangat asing bagi para pengusaha sektor riil ( Usaha Kecil Menengah) .

 

Strategi Baru

Wikinomics and Blue Ocean Strategy to Raise The Fortune at the Bottom of The Pyramid

Tim Katastropik Purba hari-hari ini sedang sibuk mengukur pakai metode Carbon Dating ( Pelajaran SMA kelas 10) mendapati umur fosil yang ada di Gunung : Padang, Lalakon dan Sadahurip adalah 6700 tahun. Namun beberpa hari kemudian umurnya diralat menjadi 11.000 tahun dengan menggunakan metode SMA kelas 10 : Carbon Dating. Menurut tim ahli, dalam ke-3 gunung tersebut ada Piramida. Terserahlah mereka mau omong apa, tapi yang jelas kalau ilmuwan akan bicara sebatas apa yang dia tahu.

Piramida yang diramaikan saat ini sebenarnya adalah simbol yang secara filosofis seperti yang ditulis oleh Prof. C.K Prahalad dalam bukunya The Fortune at The Bottom of The Pyramid. Harta karun yang berada dibawah Piramida hanya akan bisa digali dengan ICT. Dan saya melengkapi untuk kultur yang ada di Indonesia dikarenakan kekayaan dan diversitasnya yang luar biasa perlu dirancang strategi : Samudara Biru yang mengedepankan pada nilai Inovasi serta bergerak dalam frame Macrowikinomics. Mengingat saat ini Indonesia masih miskin dalam berinovasi. Berdasarkan rilis dari Global Innovation Index dari 100 negara, Indonesia menempati Rank 99.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar