Archive for the ‘ SPMB UNS ’ Category

Minute of Meeting SNMPTN Online

  1. Laporan-kegiatan-upload-data-spmb-pasca-gelombang-ii-uns
  2. log-snmptn-2010-05-04
  3. log-snmptn-2010-05-05
  4. log-snmptn-2010-05-18
  5. log-snmptn-2010-05-19
  6. log-snmptn-2010-05-20
  7. log-snmptn-2010-05-29
  8. Bidik-Misi- 2010-05-20

Pyramide Masalah SPMB UNS

Studi Kasus : Perumusan Piramida Masalah SPMB UNS

download sini : piramida masalah spmb uns

Tahun 2010 adalah momentum bagi UNS untuk lahir kembali menjadi sebuah Universitas dengan karakter dan kapital yang jauh sangat berbeda dibandingkan pada dekade sebelumnya. Kapital dan karakter yang dibawa pada kelahiran kedua ini merupakan fresh policy dari good university governance yang meliputi : Perubahan penyelenggaraan manajemen universitas menjadi Badan Layanan Umum (BLU), ranking keketatan masuk yang cukup tinggi, 50 promising University versi Dikti dan pengakuan dunia menjadi top university 171 di Asia versi THES QS dan 1617 di dunia versi Webometrics.

Bagaimana seharusnya pengelolaan SPMB menghadapi momentum UNS Reborn dengan tetap mengawal pencapain key performance indicators dalam renstra BLU ? Sebagai kesimpulan dari data self evaluation tahun 2007-2009 disajikan sebuah resume dalam bentuk gambar diatas. Gambar tersebut dapat dilihat dalam 2 prespektive , yaitu : 1) Pyramida dan 2) Gunung es. Keduanya bermakna hampir sama, yaitu akumulasi persoalan yang musti secara bertahap diselesaikan dari bawah. Akan tetapi terkadang permasalahan yang muncul atau sering diperhatikan hanya yang tertulis pada puncak piramida dan gunung es. Dapat disimpulkan bahwa puncak permasalahan akan mendatangkan kecemasan dan bahaya bila tidak segera dicarikan solusinya.

Di puncak gunung es yang menjadi “batu sandung” kapal besar UNS adalah : UNS belum dilihat oleh masyarakat dalam prepektive universitas yang utuh antara mahasiswa diploma, S1 dan pasca. Masih ada separasi antara under graduate dan post graduate. Masih dalam ruang lingkup SPMB, permasalahan yang berada pada puncak piramida berikutnya adalah % mortalitas atau tepatnya ketidakhadiran calon mahasiswa baru pada proses registrasi masih cukup tinggi, pasar UNS secara geografis masih terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah dan Masalah standarisasi Piranti uji -jalur seleksi masuk melalui ujian tulis/PMDK.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dipermukaan, tentunya harus diurai satu per satu permasalahan-permasalahan sebelumnya, secara urut dapat di resume sebagai berikut :

  1. Keuangan : Biaya BPI dan Coorporate Social Responsability berpihak kepada yang tidak mampu,

    menentukan analisa besarnya biaya pendaftaran, menghitung kepastian angka Cost Structure Analysis per prodi

  2. Menentukan Kuota Prodi mendasarkan Angka Efisiensi Edukasi, Cost Structure Analysis,

    instrument EPSBED ( rasio mahasiswa : dosen : space) dan Jumlah pilihan pada tiap jalur masuk

  3. Pencitraan Publik UNS : Positioning, Branding, Diferentiation and Developing network melalui SPMB untuk Mahasiswa regular, asing dan pasca (Problem Primitif : Delay, evaluasi, problem integrasi materi Promosi UNS terpadu)

  4. Antisipasi terjadinya persaingan PTN yang bebas: Jalur Masuk (UM), Time Schedule dan Biaya Masuk

Abstrak

Artikel ini mencoba mengupas korelasi antara apa yang ada dalam teori Wikinomics dengan Pemeringkatan universitas sedunia Webometrcis yang dirilis oleh Cybermetrics Lab di Spanyol. Wikinomics adalah pergerakan perubahan menuju ke sebuah seni dan pengetahuan baru yang mendasarkan pada 4 gagasan yaitu : collaboration, peering, share dan act globaly. Empat pilar yang akan mengganti doktrin Bisnis baru. Webometrics menggunakan juga 4 parameter pengukuran dalam merangking universitas-universitas di dunia, yaitu : Visibility, Size, Rich Files dan Scholar. Wikinomics dan Webometrics akan bertemu dalam field yang sama yaitu Search Engine seperti Google, Yahoo, MSn, dll. Korelasi kedua datang dari Model matematika beserta parameter yang digunakan dalam penghitungan Webometrics dan intepretasi implementasi atau kuantifikasi dari Wikinomics

Keywords : Wikinomics, Webometrics

Untuk sementara anda bisa men-download materi seminar yg diselenggarakan oleh PT Telkom tgl 29 April 2009 dalam format ppt Article Wikinomics dan Webometrics (sutanto@uns.ac.id sebelas maret university)

*)disampaikan pada Seminar Telkom dan Universitas menuju World class University di PT Telkom Divre IV Kandatel Solo

Universitas yang baik tentunya dimulai dari sistem rekrutmen mahasiswa baru yang baik dan berkeadilan buat semua pihak. UNS telah men-launch sistem rekrutmen tersebut melalui : www.spmb.uns.ac.id

Kesempurnaan sistem ditentukan dari : Evaluasi diri secara terus menerus dilanjutkan dengan upgrade sitem, berikut adalah beberpa catatan yang berhasil di potret, sekiranya anda menemukan hal-hal lain yang patut disampaikan, silakan mengisi comments di bawah :

Respon :

a) Marketing (perlu dicari Korelasi antara Sosialisasi SPMB UNS dengan pemerataan mhs yang terjadi). Sosialisasi : di SNMPTN relative merata, di PMDK melalui surat sekolah.

b) Jika memang mereka yang dari luar jawa sdh mendapatkan sosialisasi dengan baik perlu dilihat hipotesa : kompetensi/kemampuan berkompetisi calon mhs dr luar jawa relatif rendah dibandingkan dengan yang dari jawa. (perlu dicari data pendaftar luar jawa yg ditolak masuk ke UNS)

c) Di SEO Google insight untuk keyword SPMB untuk UNS menduduki prosentase menengah

Dibandingkan dengan data SEO Google Insight UNDIP dan UGM

SOLUSI :

1. Dibuka Kuota (Swadana, PUBS dan Diploma) khusus untuk daerah tertentu link dengan bidang kerjasama UNS

2. Sosialisasi tentang Beasiswa yang disediakan oleh UNS bagi calon mahasiswa baru

3. Penyederhanaan jalur SPMB yang lebih jelas dan spesifik ( contoh : PMDK, PBUS, PMDK Swadana, SNMPTN Swadana, S1 Swadana transfer)

  • Apakah Sdh terjangkau dana bagi jurusan-fakultas atau tarif bagi masyarakat? Perlu dikaji data pendapatan masing2 fakultas tahun lalu dengan adanya jalur Non Reguler dengan data sekarang (tanpa non regular)

Respon Indeks biaya jurusan dan komparasi biaya antara UNS VS Univ yang lain, dasar penentuan tarif : Perbandingan dg PT lain yg setara, Kemampuan masyarakat, subsisdi silang, perhitungan indeks biaya studi (unit cost) dengan menganalisa data dari data pekerjaan dan penghasilan orang tua (dari potret masyarakat)

SOLUSI :

1. Membandingkan biaya UNS, UNDIP, UNIBRAW dan Data Penghasilan orangtua & pekerjaannya

2. Subsidi inter fakultas (corporate orientation)

3. CSR Beasiswa UNS : menentukan prosentase jumlah calon mahasiswa (Kuota) yang pandai dan tidak mampu untuk mendapatkan beasiswa yang dihitung dengan berapa dana tahun lalu yang diterima melalui swadana.

  • Apakah Kuota yang dibuka sudah ideal (Problem setiap tahun dalam menghitung kuota)? Perlu dikaji dampak ketika kuota yang dibuat selama 3 tahun ini tidak sesuai : Angka efisiensi edukasi, rasio dosen mahasiswa

Respon Perlu mempertimbangkan aspek : Input ,Proses, Output/lulus (Angka Efisiensi Edukasi), ketersediaan ruang, proporsi dosen, indeks biaya studi, memperhatikan kuota bagi yang pandai dan tidak mampu, memperhatikan kuota bagi daerah tertentu

SOLUSI :

1. Menghitung Kuota berdasarkan konstrain yang disepakati

2. Jika ditemukan pelanggran konstrain ( ketersediaan ruang) perlu dikaji adanya resources sharing

  • Apakah Tingkat registrasinya sudah memadahi ? Perlu dianalisa data pendaftar, diterima dan registrasi per jalur masuk dan asal propinsi sekolah, ditambahkan analisa data tentang calon mhs yang mendaftar di berbagai jalur di UNS dengan pilihannya (diterima dan registrasi atau tidak?), Data BMU yang diterima dan tidak registrasi, Data sisa PMDK yang keterima di UNS dan korelasi antara skore minimal di PMDK dan di SNMPTN

Respon

a) biaya studi Diploma terpengaruh (misal dari 600 student dengan 30 student sekitar 5%-7% bisa gratis) link dengan kuota bagi mahasiswa daerah dan mhs pandai dan tidak mampu,

b) PMDK karena ada 2 pilihan dijawab dengan data : berapa calon mhs yang registrasi dari pilihan 2 PMDK,

c) SK Rektor tentang pembebasan biaya studi bagi yang tidak mapu dan pndai serta dari daerah tertentu,

d) deteksi pendaftar yg diterima dan registrasi di UNS sebagai pilihan 1 dan 2,

e) deteksi pendaftar yg mendaftar di luar UNS (sulit dideteksi),

f) mungkin nggak biaya studi dibayar cicilan ? (cara pembayaran)

SOLUSI :

1. Disarankan model pembayaran tidak dengan full payment system

2. Rektor membentuk Tim atau Satgas untuk menyeragamkan dan penyederhanaan komponen biaya pendidikan

3. Penyederhanaan jalur PMDK, PBUS dan PMDK Swadana

4. Kebijakan dan sistem : Deteksi pendaftar yang sudah diterima di jalur sebelumnya di lingkungan UNS untuk tidak diterima di jalur lain

  • Apakah jadwal : pendaftaran,pelasanaan ujian, pengumuman, penerimaan, registrasi sudah sesuai ? Perlu dikaji jadwal universitas luar dan jadwal internal UNS

Respon

a) PMDK masa sosialisasi terlalu pendek, November 2008 SK Rektor : Jalur dan biaya studi sdh fixed

b) Jadwal pendaftaran PMDK dan PBUS dibuat bersamaan

SOLUSI :

  1. Jadwal pendaftaran dan penerimaan dibuat mendahului universitas lain untuk jalur PMDK dan PBUS
  2. CSR : Offering system informasi management akademik kepada SMU yang mempunyai indeks sekolah tinggi
  • Sudahkah UNS mendapat kualitas intake yang baik ? Perlu dikaji data AKP, skore SNMPTN, Distribusi frekwensi nilai rata-rata UAN, Alat uji tidak bisa membedakan, Tes khusus seolah-olah kesempatan mendapatkan dana dan obyektifitasnya dipertanyakan (profil tes khusus)

Respon Angka Keketatan Persaingan, UAN, Test Khusus, PMDK yang berasal dari SMK

SOLUSI :

  1. Kuota dari PMDK, Swadana perlu di revisi
  2. Mensepakati Kebijakan penentuan batas bawah (passing grade) kelulusan
  3. Validasi dan penguatan alat tes : pembedaan alat uji berdasarkan kompetensi atau karakteristik bidang ilmu yang akan dipelajari
  4. Untuk dimungkinkan adanya test psikologi
  5. Perlu dipikirkan secara mendasar kompetensi yang diharapkan dalam rangka mendapatkan mhs yang sesuai dengan karakteristik bidang ilmu yang akan dipelajari (Test Khusus)
  6. Perlu dikaji pelaksanaan tes khusus (sebelum pengumuman atau setelah pengumuman)

Rahasia Soal dan Analisa Jawaban Ujian Masuk PTN serta Kiat Sukses di PMDK

Soal SPMB, UMPTN sampai SNMPTN adalah soal yang benar-benar telah dipersiapkan dengan matang. Alias kalau dengan bahasa matematika : Soal yang seimbang…. Berikut petikan soal Matematika Dasar :

13. Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif, jika suku u1 + u2 = 45 dan u3 +u4 = 20 maka jumlah semua suku tersebut adalah
(A) 65
(B) 81
(C) 90
(D) 135
(E) 150

Dimana letak seimbangnya ? Berikut keindahan soal tersebut :

1. Dalam Soal selalu dituliskan atau diketahui 2 informasi; yang pertama : jika suku u1 + u2 = 45 dan yang kedua u3 +u4 = 20.
2. Dari 5 pilihan jawaban yang disediakan ternyata tidak asal menuliskan jawaban di pilihan A, B, C, D dan E, kalau di cermati benar, maka ada 3 pilihan yang bisa digugurkan karena tidak sesuai dengan informasi pertama.
3. Disinilah kita menyebut seimbang, karena jika 5 pilihan mempunyai probabilitas yang sama untuk dipilih maka peluang kita menang : 1/5 dan peluang kita kalah adalah 4/5. Ini Tidak Adil ….!!!! maka cukup dengan informasi pertama dan dengan info tersebut kita bisa menggugurkan 3 alternatif pilihan, sehingga tinggal memilih satu dari 2 alternatif. Aalias peluang menang=peluang kalah = 1/2 (Ini Baru Fair ….cukup hitung benik).

Mari kita kerjakan dan analisa soal-soal UM PTN berikut :

SOAL SNMPTN 2008

Nomer (1). Nilai maksimum dari z=-3x+2y yang memenuhi syarat 3x+y≤9, 5x+4y≥20, x≥0 adalah :

A. 10

B. 14

C. 18

D. 20

E. 24

Jawab : Nilai maks Z akan terpenuhi bila dan hanya bila x sangat kecil atau boleh x=0, karena kalo nilai x positif besar maka tdk akan mencapai nilai Z besar (sebab anda punya -3). Sehingga

Z=0+2y dimana y=9 atau y=5 untuk x=0

Sehingga hanya alternatif C yaitu Z=18 atau A yaitu Z=10. Dan untuk mencapai maksimum maka dipilih Z=18

Nomer (4) Jika a=9log(3√16) dan b=2log(1/3) , maka a.b =

A. 4/3

B. 2/3

C. 4/9

D. -2/3

E. -4/3

Jawab : Nilai a adalah positif dan b adalah negatif sehinga a.b = negatif. Sehingga alternatif A, B, C mati. Dan jawabannya adalah D

Nomer (5). Persamaan kuadrat X2 –ax+a+1 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. Jika x1-x2=1, maka a =

A. -5 atau 1

B. 5 atau -1

C. 5 atau 1

D. -5 atau -1

E. 1/5 atau 1

Jawab : dengan dipandu jawban dari A, B, C, D dan E ; anda mempunyai pasangan bilangan (b,c) untuk nilai b =-a dan c=a+1 adalah :

Tatkala a=5 diperoleh (-5,6),

Dari pasangan bilangan tsb nampak bahwa pasangan (b,c) berpola bilangan pertama adalah jumlahan akar2 dan bilangan kedua adalah perkalian dari akar2. Sehingga alternatif A, D, E gugur.

Tatkala a= -5 diperoleh (5,-4) atau

Tatkala a=-1 diperoleh (1,0),

Tatkala a=1 diperoleh (-1,-2) atau

Tatkala a= 1/5 diperoleh (-1/5,6/5).

Hanya tatkala a=1 yg memenuhi

Nomer (6). Jika Un adalah suku ke-n deret aritmetika yang memnuhi U5=1/4 dan U1+U2+U3+U4+U5=10, maka U3 =

A. 9/8

B. 2

C. 23/8

D. 15/4

E. 19/4

Jawab : U5=a+4b = 1/4 sedangkan U3=a+2b sehingga U3=a+4b-2b=1/4-2b=(1-8b)/4. Karena suku ke 3 positif maka b adalah negatif. Jadi U3= (1+8b)/4 logika sederhana meminta apakah 0<1 atau b>1 ? Jika mengamati nilai U5 yang mengecil selain diakibatkan oleh nilai b yang negatif juga karena b bilangan pecahan. Jadi nilai 0<1 alias alternatif A, C, D, E mati. Sehingga jwban : B

Nomer (7) Jika m+1+1/m+1/m2+…=6m maka m =

A. 1/6

B. 1/5

C. 5/6

D. 6/5

E. 2

Jawab : dapat dilihat bahwa deret geometri dengan r=1/m jelas m>1 sehingga alternatif A, B, C mati. Dari rumus jumlah tak terhingga deret geometri diperoleh: a/(1-r)=m/(1-1/m)=6m sehinga diperoleh m=6/5.

(Nomer 10). Jika selisih 2 bilangan positif adalah 1 dan jumlah kuadratnya adalah 4, maka jumlah 2 bilangan itu sama dengan :

A. V2

B. V7

C. 3

D. V11

E. V12

Jawab : dari info kedua diperoleh informasi : X2 +Y2 = 4 berarti X dan Y tidak lebih dari 2 sehingga kalo di jumlahkan tidak akan lebih atau sama dengan 3. Jadi C, D dan E adalah alternatif mati.

(X+Y)2 = X2 +Y2 + 2XY = 4 + 2 XY ~ 7

X+Y = √7


Sukses di PMDK ? Kenapa tidak…..

Tatkala mendapatkan formulir PMDK dari Universitas-Universitas yang membuka jalur Penelusuran minat dan bakat, apa yang musti dilakukan oleh Phak kepala sekolah atau guru konseling sekolah ?

  1. Sekolah harus mampu memahamkan ke siswa apa itu jalur PMDK dan jurusan apa yang hendak dipilih
  2. Sekolah harus “mudeng” bagaimana penentuan atau penilaian jalur PMDK, apakah benar ada istilah black list buat sekolahan yang bandel ? apakah hanya siswa rangking 10 besar saja yang akan diterima? dsb. Berikut adalah variabel yang digunakan dalam penilaian PMDK dengan mendasarkan pada data tahun sebelumnya : (a) Nilai rata-rata UN sekolah baik kelas IPA maupun kelas IPS, (b) Nilai rata-rata SPMB atau nilai rata-rata IPAdan IPS SNMPTN, (c) Proporsi antara jumlah siswa dalam satu sekolahan yang mendaftar SPMB/SNMPTN terhadap jumlah siswa sekolah tersebut yang diterima, (d) Bisa jadi dipertimbangkan nilai kareditasi sekolah, (e) Pembobotan matapelajaran menurut jurusan yang dipilih (misalnya : nilai biologi mempunyai bobot yang lebih tinggi di jurusan kedokteran dibandingkan jurusan Teknik sipil)
  3. Memetakan siswa dan pilihannya dengan tepat, jangan sampai siswa dari asala sekolah yang sama “bertempur” sendiri