Re-Booting Business and The World

Prinsip Pasar Bebas telah terbukti menimbulkan kekacauan, perang, konflik etnik, kerusakan lingkungan dan kerugian sangat besar. Perekonomian global tidak dapat dipertahankan lagi karena pasar bebas menemui jalan buntusetelah didera krisis finansial global. John Gray – London School of Economics.

We argue that collaborative innovation is not only transforming our economy but all of society and its many institutions. Now the onus is now on each of us to lead the transformation in our households, communities and workplaces. After all, the potential for new models of collaboration does not end with the production of software, media, entertainment and culture. Why not open source government, education, science, the production of energy, and even health care?
In every corner of the globe, businesses, organizations, and individuals alike are using mass collaboration to revolutionize not only the way we work, but how we live, learn, create, and care for each other. (Macrowikinomics)

Kami berpendapat bahwa inovasi kolaboratif tidak hanya mengubah ekonomi kita, tetapi semua masyarakat dan lembaga banyaknya. Sekarang tanggung jawab berada sekarang kita masing-masing untuk memimpin transformasi dalam kita, komunitas rumah tangga dan tempat kerja. Setelah semua, potensi model baru dari kolaborasi tidak berakhir dengan produksi perangkat lunak, media hiburan, dan budaya. Mengapa tidak open source untuk pemerintahan, pendidikan, ilmu pengetahuan, produksi energi, dan bahkan perawatan kesehatan?
Di setiap sudut dunia, bisnis, organisasi, dan individu sama-sama menggunakan kolaborasi massa untuk tidak hanya merevolusi cara kita bekerja, tetapi bagaimana kita hidup, belajar, membuat, dan merawat satu sama lain. (Google Translate)

“Don’t be surprised if the next Steve Jobs or Bill Gates comes from my China. That’s the message of Silicon Dragon that profiles the new generation of Chinese entrepreneurs who are challenging the U.S. for global high-tech leadership”. Rebbecca A. Fanin – Silicon Dragon.

“Orang Dortmund masih menangisi dan bernostalgia dengan pabrik baja super raksasa Phoniex yg dibangun sejak pasca PD II yang di tukar dengan sepatu boot merk Phoenix buatan China“.

Pesan diatas terinspirasi dari sebuah film yang dibintangi oleh Jet Li berjudul Kiss of the Dragon, sebuah kearifan budaya China Tusuk Jarum menjadi senjata beladiri yang ampuh untuk menaklukan senjata-senjata mutakhir dari kepolisian Prancis.

Inilah saatnya menghadapi sebuah fakta baru bahwa Sang Dragon telah terbangun dari tidurnya (Meski Napoleon Bonaparte pernah berpesan : Jangan sekali-kali kamu bangunkan sang naga dari tidurnya karena ia akan terbang sampai ke bulan). Sang Dragon telah mampu mengalahkan negara negara maju termasuk Amerika Serikat sekalipun dengan perusahaan berbasis teknologi seperti Google, Yahoo, dan Ebay. China telah mampu memadukan dan menkoordinasikan teknologi Informasi dan Budayanya. Potensi yang tersimpan dalam energi potensial telah digerakkan dengan energi kinetik internet. Perpaduan itu telah menghasilkan gerak kolektif dan produktif seperti layaknya energi Mekanik yang sempurna, beberapa produk yang telah mengisi contents internet di China bahkan telah mewarnai contents dunia :

  1. Baidu- Robin Lie yang membuat Google berguguran di China,
  2. Alibaba – ilmu sihir Jack Ma yang tidak pernah diprediksi penulis Harry Poter bakalan ada ilmu sihir yang sanggup menggeser Ebay dan Yahoo bahkan mencatat rekor di IPO,
  3. Dangdang – Peggy Yu yang membuat Jeff Bezos angkat kopernya yang berisi Amazon.com dari China,
  4. PingCo – Ping saya ya….milik Charles Wang dengan Skype versi handphone dan ber SMS serta chatting gratis.

Pendulum itu bergerak dengan energi mekanik laksana perpaduan antara budaya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mereka menggali akar-akar kuat budaya kolektifnya untuk diangkat menjadi sebuah produk yang berbasis teknologi Informasi.

Konten berbasis Kearifan Lokal

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan uang? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa di-ekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet. Secara statistik ada 2 fenomena besar dalam bermain internet :

  1. Banyak orang yang googling atau searching di rapidshare untuk mengambil file yang ada di server tersebut.
  2. Disatu sisi Banyak orang yang menanyakan : “Bagaimana agar websitenya bisa eksis dan di hit atau dikunjungi oleh banyak orang?”

Cerita kesuksesan pertumbuhan ekonomi di China dan India yang laju pertumbuhan ekonominya mendekati 2 digit tidak  lepas dari peran teknologi Informasi dan komunikasi. Jack Ma alumni Microsoft Seatle dengan ilmu sihirnya telah membangkitkan sebuah teori market engineering dengan membuat pasar virtual www.alibaba.com. Dia telah berhasil mengajak orang-orang yang mencari barang-barang dari jarum jahit sampai mesin pemanen padi. Logika serta tahapan apa yng dia bangun diawal? Kesimpulan sementara, Jack Ma telah berhasil menyodorkan atau menampilkan tulisan atau data di website dia pada tahap permulaan. Data-data dia itu sering dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Akhirnya banyak orang yang mencari data bertemu di website dia. Jadilah website itu pasar yang mendunia.

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Anda kesulitan belajar matematika, belajarlah ke Bangalore ! Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan.

Untuk skala yang lebih besar dan terkoordinir silakan anda berkunjung ke www.tifac.com TIFAC Technology Information, Forecasting and Assessment Council is an autonomous organization set up in 1988 under the Department of Science & Technology to look ahead in technologies, assess the technology trajectories, and support technology innovation by network actions in select technology areas of national importance.

Kedua contoh Chindia tersebut diatas, berawal dari berpikir memberi lebih baik daripada menerima atau mengambil dari orang lain.

Tabel 1 adalah data keywords yang sering muncul dalam 30 hari terakhir di bulan april-mei 2011 di 4 negara yang mewakili masing-masing benua. Data ini sekedar menunjukan secara statistik adalah sebuah sample dari berfikir kolektif dalam sebuah negara. Nampak jelas bahwa orang China mempunyai karakter tersendiri dalam berinternet.  Karena mereka kaya dengan ragam budaya yang dimiliki. Dan mau menyampaikan kepada yang lain dan menghimpunnya dalam sebuah directory product yang disebut dengan konten lokal.

No

Indonesia

China

Prancis

Australia

1 osama Hari Ibu ben laden bin laden
2 osama bin laden Ibu ben laden mati bin laden dead
3 nii Mei Hari libur kate middleton osama bin laden
4 sasha grey Cerita Hantu le bon coin.fr royal wedding
5 kate middleton Fairy Jepang impots.gouv.fr kate middleton
6 snmptn 3d futon daging www.caf.fr mothers day
7 barcelona Onlylady impots justin bieber
8 real madrid Wanita Catatan. glee easter show
9 norman kamaru futon Daging jeux de fille easter
10 briptu norman Obat rumah. Xin chatroulette coles

Tabel 1. Data Google insight 13 Mei 2011

Dari fakta tersebut, nampak bahwa sekiranya kita telah disibukkan dengan memberi sesuatu kepada yang lain melalui internet akan melupakan berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat didepan internet.

Sikap yang kedua yang tidak kalah penting adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang tatkala menghadapi sesuatu yang baru dan datang dari luar komunitas mereka. Sering orang Indonesia latah dalam menterjemahkan dan mensikapi (Toilet : WC, Conducteur : Kondektur, Cafe : “Cafe”). Pasti masing-masing negara dengan kultur yang dia miliki akan sangat berbeda, terutama dalam mensikapi Internet yang notabene sesuatu yang baru dan datang dari luar. Seakan-akan barang baru (=Internet) hanya untuk segmentasi kalangan tertentu dan berbau high technology. Sehingga sulit untuk membumikan. Padahal sektor riil yang saat ini benar-benar yang membutuhkan karena kekayaan konten yang dimiliki. Seperti halnya di India, internet sudah sampai kepada petani dan peternak sapi perah yang susunya sudah masuk ke gerai Carrefour yang ownernya orang Prancis.

Tulisan Nuqman Luthfi di virtual.com terkait program eduksi internet untuk marketing ekspor setelah bertemu dengan Menteri Marie Elka Pangestu, menunjukkan betapa hari ini ekspor dengan dibantu internet masih sangat asing bagi para pengusaha sektor riil ( Usaha Kecil Menengah) .

 

Strategi Baru

Wikinomics and Blue Ocean Strategy to Raise The Fortune at the Bottom of The Pyramid

Tim Katastropik Purba hari-hari ini sedang sibuk mengukur pakai metode Carbon Dating ( Pelajaran SMA kelas 10) mendapati umur fosil yang ada di Gunung : Padang, Lalakon dan Sadahurip adalah 6700 tahun. Namun beberpa hari kemudian umurnya diralat menjadi 11.000 tahun dengan menggunakan metode SMA kelas 10 : Carbon Dating. Menurut tim ahli, dalam ke-3 gunung tersebut ada Piramida. Terserahlah mereka mau omong apa, tapi yang jelas kalau ilmuwan akan bicara sebatas apa yang dia tahu.

Piramida yang diramaikan saat ini sebenarnya adalah simbol yang secara filosofis seperti yang ditulis oleh Prof. C.K Prahalad dalam bukunya The Fortune at The Bottom of The Pyramid. Harta karun yang berada dibawah Piramida hanya akan bisa digali dengan ICT. Dan saya melengkapi untuk kultur yang ada di Indonesia dikarenakan kekayaan dan diversitasnya yang luar biasa perlu dirancang strategi : Samudara Biru yang mengedepankan pada nilai Inovasi serta bergerak dalam frame Macrowikinomics. Mengingat saat ini Indonesia masih miskin dalam berinovasi. Berdasarkan rilis dari Global Innovation Index dari 100 negara, Indonesia menempati Rank 99.

Salarium : Garam

disampaikan pada Seminar Nasional Wirausaha Ramah Lingkungan Berbasis Ilmiah Pend. Kimia fkip UNS, 29 Oktober 2011

Background
Penciptaan awal manusia mengenal kehidupan dan sistem kehidupan tidak terlepas dari urusan kimia. Sejarah dapat dilihat dari asal-usul kata, dimana kata Salary (in english) berasal dari bahasa latin SALARIUM yang artinya GARAM. Atau kalau anda tanya kan ke google translate SALARIUM artinya MONEY GIVEN TO SOLDIERS FOR SALT. Pada
awalnya orang tidak menggunakan uang, mereka lapar mereka berburu. Namun kesulitan dimulai tatkala barang yang dicari sedang dimiliki oleh orang lain. Ada keinginan untuk menukar. Akhirnya musti dicari sebuah alat atau benda yang bisa dipakai untuk media tukar menukar. Tentunya Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang
merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang
oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun
sebagai alat pembayaran upah. Ternyata menurut data dari google translate tersebut diatas, orang Inggris menyebut upah adalah pengaruh dari sejarah Romawi.

Kimia adalah Riset
Setelah Steve Jobs atau Abdul Lateef wafat, ada surat terbuka dari Thomas Friedman seorang columnist dari NEW YORK TIMES kepada Presiden Barack Obama : ” We need to get
millions of American kids, not just geniuses, excited about innovation and entrepreneurship again”. Steve Jobs mampu membuat dunia sunyi tapi menghasilkan karya-karya besar yang
diterima oleh pasar. Sunyi ? Ya….bayangkan tatkala untuk membuat satu kalimat waktu itu kita dihadapan mesin ketik, seberapa bisingnya bunyi yang dihasilkan. Lantas mesin ketik digantikan tuts dari keyboard yang sudah berkurang kebisingannya, lantas muncullah mouse yang masih terdengar suara klik, namun fenomenal innvation dari Jobs : cukup
disentuh tanpa mengeluarkan bunyi-bunyian untaian kalimat dapat dibuat dengan rapi. In short, we needs more people like Apple cofounder and CEO Steve Jobs :
1. Do What You Love – Think differently about your career
2. Sell Dream, not Products – Think differently about your costumers
3. Master the Message – Think differently about yaou story

Steve Jobs telah meninspirasi dunia telah melakukan riset dengan segala keterbatasan sumber daya. Tentunya ini harus menginspirasi juga kepada student, guru, mahasiswa dan dosen kimia untuk mencari dan mencari kembali rahasia dibalik setiap unsur dan senyawa yang ada di alam ini. Kurangnya riset dibidang kimia saat ini, membawa kimia ke dunia abstrak seperti pure mathematics, bahkan lebih abstrak. Padahal ilmu kimia sangat konkrit dan nyata.

Kimia konkrit dan Nyata
Musim hujan di minggu ini membuat saya tertegun, 4 bulan ini di FMIPA saya sedang menggiatkan tanam pohon. Karena musim kemarau panjang maka petugas taman diminta untuk terus menyirami setiap pagi bahkan sore hari. Namun kondisi tanaman tidak sehijau dan sesegar minggu ini. Kenapa ? Saya baru bisa mendapatkan jawabananya dari seorang ahli nuklir lulusan Jerman ( Dr. Buntarto) : hal tersebut diakibatkan reaksi nuklir yang terjadi tatkala terjadi petir. Petir iniliah yang membuat secara rekasi kimia menhasilnya unsur nitrogen diawan yang akhirnya dibawa oleh air hujan turun ke tanah. Tanaman untuk hijau hanya membutuhkan satu unsur yaitu : NITROGEN. Dan lagi-lagi inilah cikal bakal sebuah kehidupan dimulai dari nitrogen. Kita yang didup dikatulistiwa, tentunya kaya dengan hujan dan kaya dengan nitrogen sehingga negara ini menjadi hijau dimana-mana.
Petaka berawal dari kurangnya riset kimia : pupuk kimia di mana- mana berimplikasi tanah jadi rusak dan produksi pangan tidak dapat optimal sehingga negri yang kaya ini harus impor beras dari Thailand atau Vietnam.

Kotak wayang adalah tempat penyimpanan wayang kulit purwa yang terbuat dari kayu, bentuk empat persegi panjang dengan ukuran standar tinggi 50 cm, panjang 160 cm dan lebar 60 cm. Kayu untuk kotak wayang yang terbaik adalah kayu suren, meski langka kayu ini diyakini menghasilkan suara yang pas untuk dodogan, karena selain tempat penyimpanan wayang kotak ini juga difungsikan sebagai alat pendukung pertunjukan yang diletakan di sebelah kiri dalang serta tempat digantungkannya keprak dan tempat memukulkan cempolo. (Wikipidea).

Kata Dalang ada yang mengartikan berasal dari kata Dahyang, yang berarti juru penyebuh berbagai macam penyakit. Dalang dalam “jarwo dhosok” diartikan pula sebagai “ngudal piwulang” (membeberkan ilmu), memberikan pencerahan kepada para penontonya. Untuk itu seorang dalang harus mempunyai bekal keilmuan yang sangat banyak. Berbagai bidang ilmu tentunya harus dipelajari meski hanya sedikit, sehingga ketika dalam membangun isi dari ceritera bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan nilai-nilai kekinian. (Wikipidea)

Dalang adalah seorang sutradara, penulis lakon, seorang narator, seorang pemain karakter, penyusun iringan, seorang “penyanyi”, penata pentas, penari dan lain sebagainya. Kesimpulannya dalang adalah seseorang yang mempunyai kemampuan ganda,dan juga seorang manager, paling tidak seorang pemimpin dalam pertunjukan bagi para anggotanya (pesinden dan pengrawit).

Dalang dan wayang adalah sepasang, satu dan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Namun ternyata tidak mudah bagi seorang dalang memainkan wayang-wayangnya. Dia perlu memahami karakter-karakter dari setiap wayang yang dimainkan dalam dalam konteks lakon yang diskenariokan. Nasehat bijak untuk bisa menjadi dalang handal yang mampu memahami karakter wayang yang dimainkan adalah : Tidurlah di kotak wayang. Tentunya tidak semudah yang dibayangkan, apalagi dari sisi waktu, pasti akan butuh waktu yang lama (konon anak seorang Dalang kelak ketika besar akan menjadi dalang yang lebih hebat dari ayahnya).

“Laboratorium” Pertanian Saya sedang membayangkan laboratorium pertanian adalah sebuah hamparan tanah yang luas. Didalamnya dapat kita riset :

  1. perilaku petaninya,
  2. perilaku tanamannya,
  3. perilaku tanahnya,
  4. perilaku alamnya,
  5. perilaku hamanya dan
  6. perilaku pasar pasca panennya.

Sungguh sebuah permasalahan yang sangat kompleks dalam melakukan riset pertanian. Tidaklah berlebihan bila perumpamaan dalang dan wayang diatas adalah gambaran nyata dunia pertanian kita. laboratorium pertanian kita kekurangan “dalang-dalang” muda yang mampu membaca perilaku petani sampai -perilaku pasar. Atau bahasa halusnya, mahasiswa pertanian tidak cukup waktu (layaknya seperti anak dalang yang melakukan riset sejak kecil kepada ayahnya) untuk membuat sebuah laboratorium pertanian, untuk melakukan riset didalamnya, untuk browsing pasar atas komoditas-komoditas lokal yang diburu oleh buyer. Atau bahasa yang kurang halusnya, organisasi mahasiswa pertanian waktunya banyak tersita untuk membicarakan AD dan ART organisasi (semoga saja dugaan saya salah).

Pengalaman pribadi yang sampai hari ini masih menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pada sebuah Case Study pembuatan “laboratorium pertanian” di Kalisoro dan Nglurah  Kecamatan Tawangmangu. Berangkat dari sebuah lahan kosong :

Saya jadi ingat Sun Tzu, ketika hendak memutuskan tanaman apa yang harus ditanam menggantikan tanaman sebelumnya yang hancur harganya : “Kenallah lawanmu dan kenallah dirimu maka dalam seratus pertempuran pun kemenanganmu tidak akan dalam bahaya. Teori Sun Tzu menyebutkan arti penting kesatuan tiga faktor, yakni keadaan, momentum, bagian padat, dan bagian kosong. Yang dimaksud dengan keadaan adalah semua keadaan kedua belah pihak. Keadaan ini dibagi menjadi dua, yakni dapat dikalahkan dan tidak dapat dikalahkan. Keadaan yang tidak dapat dikalahkan itu tergantung pada diri sendiri. Sedangkan momentum adalah “saat” dan bagian padat ataupun kosong merupakan “sasaran”. Keputusan harus segera dibuat : Tanaman apa yang harus ditanam dengan mempertimbangkan keadaan, momentum dan sasaran. Market driven adalah kata kunci :

  1. http://www.ksre.ksu.edu
  2. www.alibaba.com dengan keywords dry stevia leaf
  3. www.nabard.org : National Bank for Agriculture and Rural Development yang memuat artikel the sweet secret of stevia.

Perilaku pasar telah dapat dibaca, tinggal perilaku tanaman yang perlu dipelajari dalam sebuah miniatur laboratorium : www.amazon.com

The art of innovation adalah mengatur atau memanagement “wayang” atau petani yang ternyata lebih kompleks masalahnya dari market dan tanamannya sendiri. Kenapa disebut seni? karena memang diperlukan perpaduan Teknik Grote Postweg dan Culture Stelsel nya Marsekal Daedels dan Raffles :  kemampuan berkomunikasi, membuka akses dan kemampuan memahami.

300 ribu bibit stevia siap tanam

Multimedia dan Berbagi

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Kesulitan belajar Matematika, belajarlah ke Bangalore. Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan tanpa harus melewati “program (mubadzir) sertifikasi guru”.

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan duit? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa diekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet.

Dua hal tersebut diatas telah memperluas definisi berbagi ilmu. Berarti definisi guru, murid dan ilmu yang akan ditransfer akan berubah total. Guru tidak Lagi adalah sosok seseorang yang berdiri didepan kelas. Guru dapat ditemukan dimana saja melalui ruang virtual. Coba kita lihat MIT Open Course milik Massachusett Institute Technology di http://ocw.mit.edu/index.htm. Kita bisa mengikuti kuliah dari Profesor Matematika, Fisika, dll dengan gratis baik melalui video maupun dokumen files pdf nya.

Muridpun bukan lagi sekelompok siswa yang berada dalam ruang kelas, saat ini murid adalah orang yang dapat mengakses informasi guru melalui semua chanel terutama chanel virtual. Murid akan mempunyai network untuk mengakses sumber-sumber belajar dari segala macam sumber tanpa batas ruang dan waktu.

Lantas apa fungsi ruang kelas ? Classroom saat ini adalah tempat untuk melakukan rekonsiliasi pendapat antar murid dan antara guru dengan murid.

Internet : Konten, Budaya dan Kerja

“Don’t be surprised if the next Steve Jobs or Bill Gates comes from my China. That’s the message of Silicon Dragon that profiles the new generation of Chinese entrepreneurs who are challenging the U.S. for global high-tech leadership”

Pesan diatas adalah tulisan Rebbecca A. Fanin yang menulis buku Silicon Dragon.

“Orang Dortmund masih menangisi dan bernostalgia dengan pabrik baja super raksasa Phoniex yg dibangun sejak pasca PD II yang di tukar dengan sepatu boot merk Phoenix buatan China“.

Pesan diatas terinspirasi dari sebuah film yang dibintangi oleh Jet Li berjudul Kiss of the Dragon, sebuah kearifan budaya China Tusuk Jarum menjadi senjata beladiri yang ampuh untuk menaklukan senjata-senjata mutakhir dari kepolisian Prancis.

Inilah saatnya menghadapi sebuah fakta baru bahwa Sang Dragon telah terbangun dari tidurnya (Meski Napoleon Bonaparte pernah berpesan : Jangan sekali-kali kamu bangunkan sang naga dari tidurnya karena ia akan terbang sampai ke bulan). Sang Dragon telah mampu mengalahkan negara negara maju termasuk Amerika Serikat sekalipun dengan perusahaan berbasis teknologi seperti Google, Yahoo, dan Ebay. China telah mampu memadukan dan menkoordinasikan teknologi Informasi dan Budayanya. Potensi yang tersimpan dalam energi potensial telah digerakkan dengan energi kinetik internet. Perpaduan itu telah menghasilkan gerak kolektif dan produktif seperti layaknya energi Mekanik yang sempurna, beberapa produk yang telah mengisi contents internet di China bahkan telah mewarnai contents dunia :

1.      Baidu- Robin Lie yang membuat Google berguguran di China,

2.      Alibaba – ilmu sihir Jack Ma yang tidak pernah diprediksi penulis Harry Poter bakalan ada ilmu sihir yang sanggup menggeser Ebay dan Yahoo bahkan mencatat rekor di IPO,

3.      Dangdang – Peggy Yu yang membuat Jeff Bezos angkat kopernya yang berisi Amazon.com dari China,

4.      PingCo – Ping saya ya….milik Charles Wang dengan Skype versi handphone dan ber SMS serta chatting gratis.

Pendulum itu bergerak dengan energi mekanik laksana perpaduan antara budaya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mereka menggali akar-akar kuat budaya kolektifnya untuk diangkat menjadi sebuah produk yang berbasis teknologi Informasi.

Konten berbasis Kearifan Lokal

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan uang? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa di-ekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet. Secara statistik ada 2 fenomena besar dalam bermain internet :

  1. Banyak orang yang googling atau searching di rapidshare untuk mengambil file yang ada di server tersebut.
  2. Disatu sisi Banyak orang yang menanyakan : “Bagaimana agar websitenya bisa eksis dan di hit atau dikunjungi oleh banyak orang?”

Cerita kesuksesan pertumbuhan ekonomi di China dan India yang laju pertumbuhan ekonominya mendekati 2 digit tidak  lepas dari peran teknologi Informasi dan komunikasi. Jack Ma alumni Microsoft Seatle dengan ilmu sihirnya telah membangkitkan sebuah teori market engineering dengan membuat pasar virtual www.alibaba.com. Dia telah berhasil mengajak orang-orang yang mencari barang-barang dari jarum jahit sampai mesin pemanen padi. Logika serta tahapan apa yng dia bangun diawal? Kesimpulan sementara, Jack Ma telah berhasil menyodorkan atau menampilkan tulisan atau data di website dia pada tahap permulaan. Data-data dia itu sering dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Akhirnya banyak orang yang mencari data bertemu di website dia. Jadilah website itu pasar yang mendunia.

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Anda kesulitan belajar matematika, belajarlah ke Bangalore ! Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan.

Kedua contoh Chindia tersebut diatas, berawal dari berpikir memberi lebih baik daripada menerima atau mengambil dari orang lain.

Tabel 1 adalah data keywords yang sering muncul dalam 30 hari terakhir di bulan april-mei 2011 di 4 negara yang mewakili masing-masing benua. Nampak jelas bahwa orang China mempunyai karakter tersendiri dalam berinternet.  Karena mereka kaya dengan ragam budaya yang dimiliki. Dan mau menyampaikan kepada yang lain dan menghimpunnya dalam sebuah directory product yang disebut dengan konten lokal.

No

Indonesia

China

Prancis

Australia

1

osama Hari Ibu ben laden bin laden

2

osama bin laden Ibu ben laden mati bin laden dead

3

nii Mei Hari libur kate middleton osama bin laden

4

sasha grey Cerita Hantu le bon coin.fr royal wedding

5

kate middleton Fairy Jepang impots.gouv.fr kate middleton

6

snmptn 3d futon daging www.caf.fr mothers day

7

barcelona Onlylady impots justin bieber

8

real madrid Wanita Catatan. glee easter show

9

norman kamaru futon Daging jeux de fille easter

10

briptu norman Obat rumah. Xin chatroulette coles

Tabel 1. Data Google insight 13 Mei 2011

Dari fakta tersebut, nampak bahwa sekiranya kita telah disibukkan dengan memberi sesuatu kepada yang lain melalui internet akan melupakan berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat didepan internet.

Disampaikan pada Seminar Internet Sehat Kementrian Kominfo RI 20 Mei 2011

Bawakan aku Matahari-mu

Materi seminar ISPI Minggu 13 Februari 2011 : Materi Seminar

Penumpang Separoh Pesawat

Tuhan, tolong selamatkan mereka. Sedang diapakan lagi mereka? Wajah-wajah lugu mereka yang mau mencari hidup. Sudah masuk ke Gate D1, masih ada lagi pemeriksaan dari kepolisian resort bandara : ” tolong keluarkan paspor….!” Satu-satu mereka keluarkan dokumen, Lho kenapa Pak,   mau masuk pesawat kok masih diperiksa lagi ? Iya, barusan tertangkap 18 orang dengan paspor dan VISA palsu. Apa …!! ?? VISA palsu? kalau paspor palsu sering dengar tapi kalau VISA dipalsukan itu sudah keterlaluan. Dan, ini masih ada 1 orang lolos dari pemeriksaan imigrasi dan masuk ke Gate Qatar Airways. Makanya gate D1 diubek-ubek untuk cari 1 orang itu. Ampun…ampun. Trafficking Human ! l’exploitation de l’homme par l’homme ! Orang makan orang ! Nggak ngerti dan nggak bisa bayangkan harus berbuat apa ? Di negeri orang, ada masalah dengan imigrasi adalah mimpi buruk. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebelah saya nama yang tertulis di paspor adalah bukan nama dia sendiri. Kok bisa ? Apa yang nggak bisa di negeri yang serba bisa ini…

Siap take off! tapi kok lama banget nggak juga naik. Ternyata sang plot mengumumkan sedang menunggu pencarian 2 penumpang yang belum kunjung naik. Waduh …jangan-jangan ibu tadi yang baru pertama kali naik pesawat terbang tujuan Damaskus. Lega sudah, setelah semua komplit. Tapii suasana didalam pesawat gaduh banget. Orang tukar tempat duduk, lampu panggilan 9 nyala bergantian sehingga pramugari hilir mudik. Ya sudahlah semua punya hak yang sama, karena mereka juga beli tiket sehingga mendapatkan perlakuan yang sama.  Di Doha, pesawat transit, kebingungan terjadi dimana-mana, Ibu-ibu ku tadi berpencar menuju pesawatnya masing-masing. Sampai petugas bandara Doha sangat hafal, dengan memberitahu : ” mohon penumpang yang dari Jakarta tidak bergerombol didepan pintu scan…!”

Cuma saya masih ada rasa bangga ketika berteman dengan mereka di Doha sambil menunggu pesawat. Keadaan lah yang membuat mereka sehingga tidak ada pilihan lagi. Seorang Ibu dari Sukabumi baru pulang setelah 3 tahun bekerja di Doha hanya untuk melihat calon menantunya dan bikin hajatan bagi putri semata wayangnya. Seorang Ibu yang bekerja di Oman membagi pulsa nya di bandara kepada rombongan Ibu-ibu yang lain. Dia sangat beruntung karena mempunyai ketrampilan memasak sehingga diangkat bekerja di restoran berbintang di Oman, pernah pula berlibur dengan Bosnya keliling dunia…wow. Saya harus bangga melihat semangat dan keberanian mereka. Mereka memburu dan menghasilkan dinar dan dollar dengan caranya yang halal (semoga barokah).

Pak Presiden, bisa nggak penderitaan penumpang yang memenuhi separoh pesawat ini dihentikan ? Menghentikan Penderitaan Ibu-ibu tua dan muda bekerja ke negri orang demi gaji Rp. 2.000.000 – Rp 2.500.000,- per bulan dengan menciptakan kerja yang layak dinegri sendiri ?

Bisa ditebak, pemandangan pesawat itu berbeda dengan pesawat untuk pulang. Peswatnya tetap Qatar Airway, hanya nomor penerbangannya berbeda QR 020 Paris – Doha. Sebagian besar adalah ” sosialita” berpaspor Republics of China”. Usianya masih muda semuanya. Membawa belanjaan pakaian danparfum dari Dior, Boss, Yves Saint Laurent. Ribetnya sama, cuma kali ini mereka yang banyak tuntutan : Tempat duduknya minta tukar, kabinnya sesak. Pokoknya sama persis dengan kejadian di Jakarta.

Tapi yang ini, saya mohon ke Pak Presiden, ciptakan sebanyak-sebanyak entrepreuner muda seperti itu yang menjadi penumpang memenuhi separoh pesawat. Agar kalau pergi ke negri orang untuk berlibur bukan untuk mencari sesuap nasi.

Berbeda dengan para sosialita indonesia yang saya temui di Avenue Champs Elyse yang kebanyakan istri-istri pejabat yang membelanjakan “duit” yang entah dari mana untuk barang dan baju ber-merk. Layaknya SOSIALITA atau kaum BORJUIS, ampun; Omong nya tinggi-tinggi sekali. Mau muntah aku kalau dengar mereka ngomong. Terpaksa kami harus menaikkan “level” ketika berhadapan dengan mereka.

Bordeaux

Bordeaux adalah kampung halamanku, kedatanganku saat ini (desember 2010) tidak hanya visit ke labo dulu saya bekerja dan tidak hanya pula ketemu teman kuliah dulu yang jadi dosen matemtika pula disana; tapi ada sebuah cerita yang membuat kami semua tertegun. Yaitu cerita tentang sebuah nasib, garis hidup dan takdir yang mulai bisa dirasakan setelah hampir 10 tahun kami terpisah. Adalah seorang Alex, dulu adalah teman bermain di Bordeaux. Badminton bareng, lempar bola besi dan sering jalan bareng. Bahkan saya masih ingat banget sewaktu soiree dengan teman-teman yang dilanjutkan di boite de nuit alias night club. Semua teman-teman bisa masuk, kecuali saya dan Alex. Saya ditolak masuk sama penjaga yang kekar hitam. Bisa jadi orang alim gak boleh masuk. Dan anehnya dari jauh saya lihat juga Alex tidak masuk ke dalam meskipun saya yakin dia bisa masuk, urusan minum dia jagonya. Untungnya pas musim panas jadi tidak kedinginan diluar. Akhirnya dengan ikhlas hati saya berdua meninggalkan teman-teman yang “la Fete” di dalam. Kami berdua pulang. Alex mengantar saya sampai ke apartement di Residence Pessac. Itu kenangan terkahir saya dengan dia. Dan kemaren dapat kabar kalau dia sekarang sudah punya une petite fille yang lucu namanya Aicha….!!!! Saya bilang tidak mungkin, kenapa bisa begitu? Ternyata sekarang dia memutuskan tinggal di Sinegal dan menjadi panutan orang di desa dimana dia tinggal. Dia menjadi seorang muslim bersama istri dan 2 orang anaknya.

dimana matematikanya ?

3 hari di diminta Dikti presentasi tentang riset stranas 2009 kemarin di Surabaya. Menarik karena kategori tema riset adalah : Pengentasan Kemiskinan. Dan menarik karena peserta yang hadir adalah dosen-dosen yang telah memenangkan hibah fundamental dan hibah kompetensi harus “naik kelas” untuk maju dalam kompetisi Hibah Startegi Nasional dan Hibah Kolaborasi Internasional dengan latar belakang ilmu yang berlainan.

Prsentasi dimulai kenapa judul Soropadan 3.0 : Menggali the fortune in the bottom of the pyramide dengan blue ocean strategy dan wikinomics masuk kategori dalam 2 terbaik. Yang ini sulit dicari justifikasinya, karena sangat subyektif. Presentasi dilanjutkan dengan latar belakang dipilihnya judul atau tema tersebut yang ingin mengangkat citra komoditas agro kita disajikan dalam konteks sejarah

  • Fact 1 : Grote Postweg Marsekal Daendels, Map de L’Ile Java Charles Francois Tombe dan Culture Stelsel Raffles – 3760 kapal Rute Batavia Rotterdam
  • Fact 2 : 64% dari total orang miskin adalah mereka yang tinggal di desa dan mayoritas berprofesi sebagai petani
  • Fact 3 : Human Capital Flight – TKI dan Brain drain

Citra komoditas agro yang terdegradasi dan tidak bernilai padahal fakta sejarah “Rempah-Rempah” diburu dan dikagumi oleh mulai dari Pourtugis sampai Kompeni VOC Belanda.

Untuk mengembalikan citra itu dipilihlah 2 strategi, yaitu :

Blue Ocean strategy yang menafikan kompetisi dengan menciptakan peluang baru. Yaitu kreatif dalam menciptakan : mencipta dengan menanam sebuah komoditas yang telah di guide oleh sebuah market dengan market yang sudah di create secara kreatif dan radical marekting. Dan

Wikinomics Strategy yang menekankan pilar berbagi dan kolaborasi massal secara global dalam mencari pasar dan mencari supply chain.

Dislide berikutnya muncul kontainer ke-4 yang mengirim kunyit produksi petani yang dikirim ke luar negri:

Sampai disini, muncul pertanyaan menarik. Dimana matematikanya? Bukankah latar belakang ilmu anda adalah matematika?

Jawaban saya agak filosofis : ” Bahwa filosofi penciptaan itu dimulai dari sesutau yang tidak nampak dan berakhir dengan sesuatu yang tidak nampak pula” contoh sederhana : Bagaimana Tuhan menciptakan waktu atau hari, yang dimulai dari gelap dan berakhir dengan gelap pula. Sama halnya dengan kreatifitas dalam riset ini dimulai dengan sebuah matematika yang tidak nampak dan berakhir dengan hilangnya matematika. Namun lagi-lagi mereka belum puas dengan penjelasan tadi. Nampaknya penjelesan tersebut belum memuaskan untuk konsumsi logika dan cara berfikir mereka yang “rasional”.

Disini ada sebuah catatan, bahawa sering terjadi dikotomi antara ilmu matemtika dengan ilmu yang lain, apapun itu ilmunya. Entah itu sosial maupun eksakta sebenarnya tidak ada dikotomi antara keduanya. Matematika akan menjadi mudah dicerna dan mengena tatkala bersinergi dengan lainnya. Bahkan bisa diuji korelasi berikutnya antara nilai matematika yang diperoleh siswa dengan metode pengajaran dimana terjadi pelibatan ilmu lain dengan pengajaran matematika menggunakan metode mathematics for mathematics. Seperti yang barusan di rilis oleh World Bank math-motivation

Blogfest FISIP 10 november 2010

Catatan ini saya tulis ketika melewati lintasan gunung Telomoyo sekitar Grabag Magelang menuju ke Soropadan Temanggung tgl 26 juni 2010 jam 07.30.

Saya melihat hamparan hutan Bamboo disepanjang gunung , dan hampir di setiap pinggir jalan saya melihat potongan bambbo dengan tempelan tulisan : DIJUAL untuk USUK dan RENG. Pada saat yang bersamaan saya buka : http://www.alibaba.com/product-gs/50095234/Bamboo_Flooring.html dengan gambar yang eksotis :

Dengan harga yang sangat fantastis : US $10-18 per m2

Kesimpulan saya sementara : Ada yang salah dalam management negara ini….

Fakta Sejarah :

Karaeng Pattingalloang adalah perdana mentri dan penasehat utama Sultan Muhammad Said (1639-1653) memesan : 2 bola dunia yang kelilingnya hingga 160 inchi terbuat dari kayu atau tembaga, sebuah peta dunia yang besar dengan keterangan dalam bahasa spanyol, portugis dan latin, sebuah atlas yang melukiskan seluruh dunia, 2 buah teropong dengan tabung logam yang ringan, sebuah suryakanta yang besar dan 12 belas prisma segitiga untuk mendekomposisi cahaya, 40 buah tongkat baja kecil serta bola dari baja atau tembaga. Setelah 3 tahun ditunggu, pada tanggal 15 februari 1648 benda2 tersebut akhirnya dikirim ke Makasar. Barang-barang “langka” tersebut ditukar dengan 11 bahar kayu cendana seharga 60 real tiap bahar sebagai uang muka. (Denys LOMBART : Le Carrefour Javanais)

Meenjelang PD I, mata dagangan Ijzer en Staal adalah yg terbesar produk yang diimpor oleh Belanda : 6.550.000 Gulden tak kurang dari 5.695.000 Gulden darinya adalah untuk Pulau Jawa. Besi yang jaman dulu dipakai membuat senjata makin lama digunakan sebagai alat pertanian yang akhirnya digunakan untuk membabat hutan di Tanah Jawa yang mengubah sama sekali wajah pulau Jawa.

Kesaksian Charles Francois Tombe, seorang perwira prancis yang ditugasi oleh Daendels untuk membuat peta di tanah Jawa : Dari jalan setapak Mataram menjadi Jalan Pos Raya Daendels bahwa adalah cukup beralasan dengan pertimbangan strategi ekonomi kolonial agar budidaya kopi bisa berkembang dengan biaya angkut yang dapat ditekan dengan murah melalui lintas darat. Meskipun jalan tersebut tidak dapat menahan pendaratan Inggris di Jawa, namun jalan tersebut telah mengubah kondisi kehidupan ekonomi dan pemerintahan di Jawa. Karena munculnya jalan-jalan penyambung ke daerah yang masih perawan, munculnya pedagang-pedagang perantara, dan dibukanya perkebunan dan persawahan baru.

Miss Presepsi

Jalan Daendels adalah sebuah karya seperti membangun piramyde di Mesir. Bahkan Pramudya Ananta menuliskan sebagai sebuah genosite yang telah membantai 12.000 nyawa orang Jawa.

Raffles dengan Culture stelsel-nya adalah sebuah Tanam Paksa yang membebani petani -petani di tanah Jawa. Disisi lain, sampai hari ini masih kita jumpai bangunan Belanda, perkebunan Belanda, pabrik Belanda masih eksis di Pulau Jawa dengan tata kelola dan bangunan yang kokoh. Bahkan kalau ada bangunan yang masih berdiri dengan gagahnya orang mengatakan “itu bangunan Londo”. Lha apa orang kita kalau bikin sesuatu tidak bisa seperti mereka ?

Saya yakin benar, meski Belanda bertangan besi dibalut beludru, apa yang dilakukan Daendels dan Raffles adalah menata sebuah management. Jawa ini butuh tatakelola yang baik, tidak hanya serimonial, nyata dan menyentuh langsung kepada petani miskin. Hipotesa saya terbukti : Bahawa sampai hari ini dunia masih membutuhkan rempah-rempah dari tanah jawa www.javaagro.com namun sangat pardoksial, sudah 65 tahun merdeka, tata kelola penanaman dan tata niaga komoditi masih sangat amburadul. Permintaan buyer atas komoditi agro dalam kuantitas yang cukup besar sulit sekali untuk dipenuhi. Solusinya adalah, apakah kita perlu panggil kembali Belanda untuk mengatur tanah Jawa ini? pastinya TIDAK. Untuk itu diperlukan sebuah karya monumental “Grote Postweg” dan “Culture Stelsel” dari Daendels-Deandels dan Rafles-Rafles pribumi masa kini guna menggali harta karun yang masih berada dibawah piramida dengan memanfaaatkan ICT.

Blog Daendels

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan duit? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa diekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet. Secara statistik ada 2 fenomena besar dalam bermain internet :

  1. Banyak orang yang googling atau searching di rapidshare untuk mengambil file yang ada di server tersebut.
  2. Disatu sisi Banyak orang yang menanyakan : “Bagaimana agar websitenya bisa eksis dan di hit atau dikunjungi oleh banyak orang?”

Cerita kesuksesan pertumbuhan ekonomi di China dan India yang laju pertumbuhan ekonominya mendekati 2 digit tidak lepas dari peran teknologi Informasi dan komunikasi. Jack Ma alumni Microsoft Seatle dengan ilmu sihirnya telah membangkitkan sebuah teori market engineering dengan membuat pasar virtual www.alibaba.com. Pasar ? ya. Dia telah berhasil mengajak orang-orang yang mencari barang-barang dari jarum jahit sampai mesin pemanen padi. Logika serta tahapan apa yng dia bangun diawal? Kesimpulan saya sementara, Jack Ma telah berhasil menyodorkan atau menampilkan tulisan atau data di website dia pada tahap permulaan. Data-data dia itu sering dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Akhirnya banyak orang yang mencari data bertemu di website dia. Jadilah website itu pasar yang mendunia.

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Kesulitan belajar Matematika, belajarlah ke Bangalore. Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan tanpa harus melewati “program (mubadzir) sertifikasi guru”.

Kedua contoh Chindia tersebut diatas adalah grote Postweg Daendels masa kini; adalah culture stelsel Raffles masa kini. Berawal dari berpikir memberi lebih baik daripada menerima atau mengambil dari orang lain dan berujung pada kemauan dan kemampuan memanagement segala sumberdaya yang ada dengan memanfaatkan ICT.

Calculus Informatika


Around AD 1000, the Islamic mathematician Ibn al-Haytham (Alhacen) was the first to derive the formula for the sum of the fourth powers of an arithmetic progression, using a method that is readily generalizable to finding the formula for the sum of any higher integral powers, which he used to perform an integration (Sumber : Wikipedia)

silakan download disini : Thesisku

Ada beberapa hal yang saya temukan dalam mengajar Pemodelan Matematika :

Proses penciptaan ternyata banyak yang dimulai dari sesuatu yang paradox dan intervensi sesuatu yang imaginer akan menjadikan  sesuatu lebih konkrit yang konkrit dan riil, seperti halnya teori limit delta x mendekati nol : Percaya pada suatu nilai yang sangat kecil tapi tidak sama dengan NOL.

Ada mahasiswa yang bertanya : “Berapakah nilai tersebut ?, Apakah 0.0000000000001?”

Saya jawab : ” TIDAK….. karena akan ada 0.00000000000001 yang pasti lebih kecil”

“Lantas, bilangan berapa?” lanjut mereka. Apakah kami harus menggunakan kalkulator yang canggih atau memakai komputer dengan procesor intel pentium core duo untuk mendapatkan anka itu?

Silakan….namun apapun komputer yang kamu pakai; JAWABAN-nya adalah  : “Limit bilangan mendekati Nol”

Inilah awal dari sebuah paradox atas semua penciptaan. Konsep ini dibawa sampai pada menghitung luasan, volume benda putar bahkan sampai digunakan untuk menentukan titik keseimbangan sebuah benda. Anehnya semua orang percaya dan yakin atas hasil hitungan tersebut yang berangkat dari sesuatu yang tidak ada.

Hal lain, nampak keajaiban dalam penciptaan gerakan pegas yang dapat dibuat persamaan gerakannya. Ternyata harus menggunakan intervensi bilangan imaginer (akar -1)  tatkala koefisien gesek pegas pada bidang sentuh relatif kecil (gerakan pegas ini identik dengan struktur dinamis pada Gerakan gedung akibat terkena gempa bumi).

Apa makna dari semua itu ? Ternyata dalam memahami karya besar Tuhan, kita musti melakukan pelompatan dimensi yang kadang mungkin dirasakan kontradiksi atau paradoksial.  Tidak jauh berbeda dengan kejadian meletusnya Gunung Merapi dan Fenomena Mbah Maridjan dimana kita musti memahami dari lompatan dimensi spiritual yang ternyata sanggup dirasionalkan. Lihat : http://sutanto.staff.uns.ac.id/2008/08/28/hello-world/

ada seorang juru kunci gunung merapi yang mempunyai 3 hipotesa luar biasa : Mbah Maridjan ! Adapun 3 hipotesa dia adalah :

1. Jangan bicara kotor disekitar merapai pada malam kamis kliwon

2. Jangan mengambil pasir di merapi dengan alat berat

3. Merapi itu sedang buang hajat, pasti ke belakang jadi Yogya aman

Lagi-lagi, ini bukan klenik dari seorang penjaga gunung dengan kitab Primbon Jawa atau Ramalan Primbon Jawa nya. Ini sangat rasional alias sangat matematis sekali. Adalah tantangan buat kita semua untuk menggabungkan hipotesa2 yang ada diatas kedalam sebuah rangkaian fakta yang masuk dalam logika manusia.

Dimana rasionalitasnya ? Kami persilakan anda menikmati indahnya matematika berikut :

  1. Pada malam kamis kliwon, adalah waktu dimana posisi bulan dekat dengan bumi, artinya kalau di merapi terjadi pergolakan magma yang besar maka akan sangat mungkin terjadi gaya tarik yang besar antara magma yang berada dalam perut bumi dengan bulan, sehingga terjadi hal yang buruk di sekitar merapi ( Ingat : Gaya tarik menarik antara 2 benda yang berjarak r adalah berbading terbalik dengan kuadrat jaraknya, sehingga kalau r nya kecil maka gaya tariknya akan besar). Maka marilah semuanya tirakat dengan jangan bicara kotor. Bicaralah yang baik-baik…
  2. Pasir dan material disekitar merapi kalau dieksplorasi dengan alat berat akan berakibat merubah kontur geomitris dari gunung yang tidak lagi berbentuk parabola. Kenapa parabola? Lihat desain golden bridge di bawah ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah model persamaan kuadrat : Y = aX2 + bX + c atau Y= a ( X-X1)(X-X2) dimana X1, X2 adalah akar-akar dari pers kuadrat

Contoh lain adalah bilangan e : 2.7182818284590452353602874713527 yang men-ilustrasikan setiap kita bernafas maka akan terkena bunga dari Bank (buat yang punya pinjaman di Bank) bahkan hampir semua kejadian yang natural (pertumbuhan atau peluruhan) dilustrasikan dengan bilangan tersebut.

Rahasia Keberadaan atau distribusi kemunculan bilangan prima yang besar , dimana bilangan prima adalah bilangan yang habis dibagi oleh 1 dan bilangan itu sendiri (Manunggaling kawulo kalian Gusti) adalah masih sangat misterius seperti kemunculan bencana yang datang tanpa seoarang tahu akan terjadi. Kita  tidak akan pernah tahu kapan Gunung merapi akan meletus mengeluarkan awan panasnya dan lahar dinginnya sepereti kita mengetahui kapan akan terjadi gerhana bulan dan matahari.