Pembicara :

Senin, 25 januari 2010

  1. Naomi Kawasaki - Tokyo
  2. Seoul En Mei - Korea Selatan
  3. Serder Saparov - Turkministan

Selasa, 26 Januari 2010

  1. Hans Baier - Jerman
  2. Mathieu Mergan - Prancis
  3. Sutanto - Solo

Materi presentasi dapat di download disini :

  1. Tabel Periodik Unsur Jepang (klik disini : versi Indonesia)
  2. Matematika Jepang (klik disini : math-japon-1, math-japon2, math-japon-3, math-japon-4 )
  3. Matematika Jerman (klik disini :  lockhartslament ), Visualisasi angka dengan balok :

Sebuah Testimoni : “Ibu Sri Sumirah dan Theorie de Nombre”

Sutanto@uns.ac.id

“Saat pagi hari tatkala si gembala mengeluarkan kambingnya per ekor dari kandang; seekor kambing keluar diambillah sebutir kerikil dan dimasukan ke kantong kain yang ia bawa. Sampai semua kambing keluar dan kantongpun penuh dengan kerikil. Dan tatkala senja tiba, kambingpun dimasukkan ke kandang per ekor sambil pula mengeluarkan kerikil dari kantongnya per butir.”

C’est magnifique….!! sebuah dongeng sebagai pancingan untuk berimajinasi dan mengenalkan sebuah konsep bilangan kepada seorang anak : apa tho sebenarnya angka 1,angka 2 dst. Dan dongeng itu tergiang di pikiran saya dalam ruang kuliah meski sudah melintas benua dan samudra. Bu Sum (begitu panggilannya) memancing ide kami dengan gerakan-gerakannya yang lincah tapi lembut : “Anak-anak tahu nggak? suatu hari salah satu kambingnya yang berwarna putih HILANG !!! diterkam sama srigala.” Anak-anak terdiam, mencekam…Dan kembali kami dipancing ke dalam formulasi model matematika (Mathematical Modelling) : “Sore hari semua kambing sudah masuk, Kira-kira masih ada berapa kerikil yang masih berada dalam kantong?” Anak-anakpun sontak menjawab : “SATU ….!!!!”

Besok pagi cerita berlanjut, ” Eh anak-anak, tahu nggak? ternyata kambing yang hilang kemarin tidak diterkam serigala. PAgi kemaren dia balik ke kandang sendiri. Ternyata kambing itu naik ke atas pohon dan nggak bisa turun, mbekk…mbekkk…tolong……Terus ada orang lewat ditolong dan diturunkan serta diantar pulang ke kandang.

Cerita ini sebenarnya sudah menanamkan dasar belajar : konsep bilangan. Kandang dan kantong adalah konsep tentang himpunan, Kambing yang diterkam serigala adalah operasi hitung : +, - bahkan kalau cerita dapat dilanjutkan tentang kaki kambing maka operasi hitung sampai pada level perkalian. Bahkan tidak berlebihan, jika cerita kambing yang naik pohon adalah menanamkan koordinat cartesian 3 dimensi (dan saya baru sadar tentang hal itu !).

Masih banyak cerita beliau tentang siku-siku dan sudut, potong kuku, timbang dan ukur tinggi badan, berbaris dan nomer urut absen. Serta cerita yang membuat kami terpingkal-pingkal dikelas adalah : Nggang, Ngging, Nggung yuk..ayo nabung. Dan beliau selalu mengawali belajar di kelas dengan cerita atau mendongeng tentang apa yang terjadi kala itu. Padahal kala itu belum ada laptop dan hardisk yang besar tapi cerita beliau masih tetap tersimpan di pikiran kami, di benak kami dan disetiap tindakan kami. Saya juga bingung,

  1. Apakah Guru pada waktu itu sudah belajar tentang Confusianisme ? Yang mengajarkan untuk menhadirkan “GURU” disetiap waktu dan dalam kondisi apapun dalam diri anak didiknya.
  2. Apakah Guru pada waktu beliau juga nyantri di pondok pesantren yang mengajarkan “man jadda wa jadda”

Saya kagum pada pengajar dan pendidik seorang Bu Sumirah (pantas saja, kami waktu itu selalu menunggu beliau datang, kami selalu menantikan kehadirannya di kelas dan berebut membawakan tasnya), bisa jadi tawaran cerita diatas sudah masuk kategori materi dengan model telling story se-level Sekolah Bertaraf International (kalau ditafsirkan kondisi sekarang), dan bahkan metode penyampaikan yang mengajak siswa mempunyai gaya berfikir yang analitik alias tidak sekedar hafalan; cuma sayang saya tidak punya foto almahumah tapi saya yakin film laskar pelangi diatas sudah tepat sekali menampilkan figur dan sosok seorang guru yang dengan teori-teori yang hebat, yang mampu menanamkan konsep matematika yang kuat, yang mampu menanamkan basis-basis logika yang kuat. Hingga akhirnya saya sadar betul basis yang kuat itu mampu menelorkan theorema-theorema dalam article mathematics di Ramanujan journal : Ramanujan-Deshouillers-Sutanto

Ya Alloh semoga ilmu yang bermanfaat yang telah beliau berikan akan mengalirkan pahala dan belas kasihanMu secara terus menerus kepadanya meski beliau telah bersemayam keharibaanMu…

Cartesian Coordinate System

Tepat sekali bila perandaian kelompok domba yang makan rumput sebgai ilustrasi tempat kedudukan dengan sistem kartesius. Karena domba relatif diam, dan posisinya tersebar dalam kedudukan (x,y). Tidak menutup kemungkinan tempat kedudukan domba-domba itu menyerupai lingkaran. Kenapa memilih lingkaran meskipun bentuk-bentuk poligon geometri yang lain juga memungkinkan? Karena lingkaran adalah “pintu masuk” menuju pembelajaran Calculus. Pemahaman tentang bilangan yang sangat kecil dan bilangan yang sangat besar lebih mudah didekati dengan konsep lingkaran sebagai segi banyak bahkan segi tak hingga.

Berikut Tugas kelompok Model Matematika sebagai gambaran untuk pengantar pemodelan

Project S3 Ilmu Pendidikan

Mahasiswa diminta memberikan ide-idenya melalui comment box dibawah ini, terkait dengan usulan atau proposal yang akan diajukan ke ristek. Usulan tersebut berpayung tema : Local Education Development yang fokus pada pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional.

Tanggal 11 Desember 2009 diharapkan hasil diskusinya sudah berwujud dan konvergen pada tema tersebut diatas.

Studi Marketing : Pengembangan Ekonomi Lokal di Ngargoyoso dan Matesih Berbasis Produk Agro

Abstrak Sebuah pergerakan perubahan menuju ke sebuah seni dan pengetahuan baru yang mendasarkan pada 4 gagasan yaitu : collaboration, peering, share dan act globaly. Ke-4 hal tersebut telah menjadi pilar yang menggantikan dan menjadi sebuah doktrin bisnis baru : Wikinomics. Wkinomics menjadi kuat tatkala bermain pada kearifan lokal Indonesia, yaitu Agraris. Sektor ini adalah harta karun yang terpendam dibawah piramida (baca: petani identik dengan kemiskinan). ICT menjadi salah satu alat Wikinomics dan pendongkrak yang akan mampu menggali dan menemukan harta petani yang rata-rata masih hidup miskin. Riset pendahuluan mengenai harga, struktur dan performance pasar agrobisnis telah menghasilkan sistem informasi pasar lelang berbasis web STA Soropadan Temanggung yang mempertemukan petani dan pembeli. Memperhatikan akar utama permasalahan yang ada di STA Soropadan, telah disolusikan di wilayah kabupaten Karanganyar : Penyediaan pupuk dengan mendirikan pabrik pupuk dengan kapasitas produksi 20 ton/hari di Matesih. Ditambah dengan pembentukan petani plasma telah terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas produk agro di daerah tersebut.

Strategi Samudra Biru : Mengintegrasikan rantai proses produksi agrobisinis untuk membantu meningkatkan taraf hidup petani. Dengan menggandeng sebuah Penggilingan Padi, melalui proposal ini diusulkan membentuk sebuah Lembaga Local Economics Development (LED) yang mengintegrasikan seluruh komponen dan manajemen produksi hingga marketing.

Metodologi Pelaksanaan Kegiatan

Keterangan Gambar :

  • STA Soropadan Market Information System http://komoditi.jawatengah.go.id diciptakan dan dikembangkan oleh UPT Puskom UNS kerjasama dengan Pemprov Jateng tahun 2007
  • Pupuk Padi Gajah adalah produk CV Sayap Emas Matesih dan Penggilingan Padi Banyudono dikembangkan oleh FMIPA UNS
  • Javaagro.com diciptakan oleh Tim Puskom menjadi Sistem Informasi yang mengintegrasikan seluruh proses produksi dan marketing komoditi agro didanai oleh Dirjen DIKTI melalui Hibah Stranas 2009
  • Kelompok Tani di Matesih dengan lahan sewa 4500 m2 didanai didanai oleh Dirjen DIKTI melalui Hibah Stranas 2009
  • Local Economics Development : Lembaga yang mengitegrasikan semua proses produksi dan marketing untuk meningkatkan potensi ekonomi petani

Stakeholders

  1. Dr. Sutanto - UPT Puskom Universitas Sebelas Maret Solo, inisiator dan developer http://soropadan.net yang berubah menjadi http://komoditi.jawatengah.go.id
  2. Dwi Winarsih, S.Si, DEA - Phd Student CRIEF Ecole Doctorale Science Humaines Economics et Sociale Universite de Poitiers, collaboration research dan Marketing
  3. Jatu Parmaningsih, S.Si dan Nazmul Irfan, Amd - Pengelola www.javaagro.com dibawah manajemen perusahaan ICT : PT.Javatechno
  4. Totok Sularto, SE - Manajer CV Sayap Mas Persada, pengelola pupuk organik
  5. Sapto Hermawan, SH - Fakultas Hukum UNS, regulasi dan aturan main yang akan diterapkan pada LED

Referensi

Winarsih, D., Sutanto, and Augier, L., Prices on Agriculture Auction of Central Java Province Indonesia, Proceeding European Association of Agricultural Economists (EAAE) Phd Workshop, Giessen, 2009

C.K Prahalad, The Fortune at the bottom of Pyramid : Eradicating Poverty Through Profits

D Topscott, Antony D William, Wikinomics : How Mass Collaboration Changes Everything

Ferris, John N : Agricultural Prices and Commodity Market Analysis

Hasil tulisan selama 2 hari di Desa Segoro Gunung dapat di download disini Menggali The Fortune in the bottom of the pyramid di Segoro Gunung dengan Wikinomics dan Blue Ocean Strategy.

Tema diatas diajukan pada kompetisi IWIC 2009 Indosat untuk group research and development

Mantra ajaib : “man jadda wa jadda”

Pyramide Masalah SPMB UNS

Studi Kasus : Perumusan Piramida Masalah SPMB UNS

download sini : piramida masalah spmb uns

Tahun 2010 adalah momentum bagi UNS untuk lahir kembali menjadi sebuah Universitas dengan karakter dan kapital yang jauh sangat berbeda dibandingkan pada dekade sebelumnya. Kapital dan karakter yang dibawa pada kelahiran kedua ini merupakan fresh policy dari good university governance yang meliputi : Perubahan penyelenggaraan manajemen universitas menjadi Badan Layanan Umum (BLU), ranking keketatan masuk yang cukup tinggi, 50 promising University versi Dikti dan pengakuan dunia menjadi top university 171 di Asia versi THES QS dan 1617 di dunia versi Webometrics.

Bagaimana seharusnya pengelolaan SPMB menghadapi momentum UNS Reborn dengan tetap mengawal pencapain key performance indicators dalam renstra BLU ? Sebagai kesimpulan dari data self evaluation tahun 2007-2009 disajikan sebuah resume dalam bentuk gambar diatas. Gambar tersebut dapat dilihat dalam 2 prespektive , yaitu : 1) Pyramida dan 2) Gunung es. Keduanya bermakna hampir sama, yaitu akumulasi persoalan yang musti secara bertahap diselesaikan dari bawah. Akan tetapi terkadang permasalahan yang muncul atau sering diperhatikan hanya yang tertulis pada puncak piramida dan gunung es. Dapat disimpulkan bahwa puncak permasalahan akan mendatangkan kecemasan dan bahaya bila tidak segera dicarikan solusinya.

Di puncak gunung es yang menjadi “batu sandung” kapal besar UNS adalah : UNS belum dilihat oleh masyarakat dalam prepektive universitas yang utuh antara mahasiswa diploma, S1 dan pasca. Masih ada separasi antara under graduate dan post graduate. Masih dalam ruang lingkup SPMB, permasalahan yang berada pada puncak piramida berikutnya adalah % mortalitas atau tepatnya ketidakhadiran calon mahasiswa baru pada proses registrasi masih cukup tinggi, pasar UNS secara geografis masih terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah dan Masalah standarisasi Piranti uji -jalur seleksi masuk melalui ujian tulis/PMDK.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dipermukaan, tentunya harus diurai satu per satu permasalahan-permasalahan sebelumnya, secara urut dapat di resume sebagai berikut :

  1. Keuangan : Biaya BPI dan Coorporate Social Responsability berpihak kepada yang tidak mampu,

    menentukan analisa besarnya biaya pendaftaran, menghitung kepastian angka Cost Structure Analysis per prodi

  2. Menentukan Kuota Prodi mendasarkan Angka Efisiensi Edukasi, Cost Structure Analysis,

    instrument EPSBED ( rasio mahasiswa : dosen : space) dan Jumlah pilihan pada tiap jalur masuk

  3. Pencitraan Publik UNS : Positioning, Branding, Diferentiation and Developing network melalui SPMB untuk Mahasiswa regular, asing dan pasca (Problem Primitif : Delay, evaluasi, problem integrasi materi Promosi UNS terpadu)

  4. Antisipasi terjadinya persaingan PTN yang bebas: Jalur Masuk (UM), Time Schedule dan Biaya Masuk

L’intineraire Jakarta Paris

Tanggal Jam Acara Keterangan PIC
11/10/2009 19.25 Take Off MAS
12/10/2009 7.30 Tiba di Charles De Gaulle Penjemputan Diana dan Wahyu
Singgah di KBRI P. Sudrajat dan Diana
10.15 Meeting dgn Student Phd Diana dan Wahyu
11.15 Meeting Science Politique Mitha
13.15 Meeting dg Dubes UNESCO Diana
18.51 Berangkat ke La Rochelle
22.01 Sampai di La Rochelle Penjemputan dan check in Dwi Winarsih dkk
13/10/2009 10.15 Ke Kampus La Rochelle Koordinasi Sutanto, Dwi, Philippe
12.15 Makan siang Dwi Winarsih
14.15 Tanda tangan MOU Philippe
Menginap di La Rochelle Dwi Winarsih
14/10/2009 6.06 Berangkat ke Limoges Dr Paris Austerlitz Wahyu
13.06 Sampai di Limoges Wahyu
14.15 Meeting dg Prof. Amien Tarazi Jam bisa berubah Wahyu dan Sutanto
17.21 Berangkat ke Paris dgn Corail Wahyu
20.34 Sampai di Paris Penjemputan Diana
Menginap di Paris Check In Hotel Diana
15/10/2009 7.15 Take off ke Bandara MAS Diana
11.35 Take off ke Jakarta

Probabilitas Ilmu Komputer

Pendahuluan

Probabilitas merupakan bagian matematika yang membahas tentang ukuran kebolehjadian terjadinya suatu peristiwa yang ada dalam kehidupan. Memang banyak peristiwa yang tidak dapat dipastikan terjadi atau tidak terjadi di kemudian waktu. Namun dengan mengetahui ukuran berhasil dan tidaknya suatu peristiwa yang diharapkan akan terjadi, orang menjadi dapat mengambil keputusan lebih baik dan lebih bijaksana tentang apa yang seharusnya ia lakukan.
Adapun metode pembelajaran yang akan kita gunakan tidak lagi mengacu pada matematika murni, melainkan sudah mengacu pada matematika terapan. Sehingga contoh-contoh probabilitas yang akan kita sajikan cenderung lebih pada terapannya di dunia nyata.
Sebagai contoh :
Semisal ada orang yang bekerja dalam manajemen jaringan. Suatu ketika dia dimintai pertimbangan oleh perusahaannya dalam hal penyediaan komputer sebagai server di perusahaan tersebut . Orang tersebut tentu harus bisa memperkirakan berapa kapasitas server yang perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Nah dalam memperkirakan itulah probabilitas memegang peranan penting. Kalau orang tersebut memberikan pertimbangan secara asal-asalan tentu itu akan merugikan perusahaan, dan dia pun pasti tidak akan bertahan lama bekerja di perusahaan itu. Ilustrasi yang sangat sederhana adalah ketika berlangsung registrasi onine yang dilanjutkan dengan pengisian KRS secara online. Setiap mahasiswa melakukan transaksi memilih matakuliah semester tersebut. Yang menarik dari sisi probabilitas adalah : ” Berapa kali hits/klik (matakuliah yang dipilih) untuk setiap mahasiwa yang melakukan transaksi hingga print KRS ?” Berapa kali tingkat kegagalan atau tidak disetujui oleh sistem atas klik yang dilakukan ? Tentunya ini akan sangat berpengaruh pada perencanaan pengadaan infrastruktur IT di kampus tersebut.

Contoh kedua adalah : Penyandian, apa sih pentingnya penyandian itu ??, bisa kita ilustrasikan dari contoh berikut :
Semisal anda masuk dalam ruangan atm untuk mengambil uang transaksi , anda kan tidak pernah merasa aman, karena apa yang anda ketikkan kode itu akan sangat menarik bagi pencuri-pencuri profesional untuk bisa tahu kode pin anda. Ketika anda ketikkan 1234, maka yang keluar dari kotak ATM sebenarnya adalah disandikan. Kalau itu tidak disandikan bahaya sekali. Ketika anda memasukkan 4 digit 1234, Sebenarnya terjadi komunikasi data antara atm disini dengan servernya bank anda, BNI misalnya. Jadi yang anda ketikkan akan dikonfirmasikan ke dalam database server apakah itu betul kode PIN anda, begitu betul akan dijawab betul dan transaksi pun akan dilanjutkan.
Karena ATM berada dibawah private network, maka ada kecenderungan orang menyadap PIN anda. Oleh karena itu, Bank melakukan apa yang disebut dengan penyandian (Encryption). Ketika anda mengetikkan kode 1234 dalam perjalanan dia harus disandikan, kemudian setelah sampai di server banknya kode PIN yang telah disandikan tersebut dire-sandikan kembali. Hal tersebut setidaknya akan menyulitkan para penyadap untuk memecahkan kode PIN yang dia dapat, karena kode PIN yang ia dapat bukan dalam bentuk aslinya.
Karena ada penyandian, berarti ada model dalam penyandian tersebut. Problemnya adalah sandi apa yang sulit dibongkar oleh orang, berbasis pada apa ?, nah disinilah probabillitas memegang peranan penting.

Peluang

Simbol dan istilah : P {X=0} = p dan P {X=1} =1-p

P : Peluang atau kebolehjadian

X : Variabel acak

p : bernilai [0,1]

Untuk menjelaskan peluang, kita akan membahas mengenai Sandi Vigenere.
Model penyandian pertama kali ditemukan oleh Giovan Batista Belaso dalam bukunya La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso (1553), dan disempurnakan oleh diplomat perancis Blaise de Vigenere (1586). Karena banyak orang mengira Vigenere adalah penemu sandi ini, maka sandi ini dikenal luas sebagai “sandi Vigenere” .
Untuk menyandikan suatu pesan digunakan sebuah tabel alfabet yang disebut Tabel Vigenere.
Vigenere Table
Contoh Penyandian :
Pesan : HARI INI SAYA DATANG TERLAMBAT
Kata Kunci : AKU
Pesan yang sudah tersandikan : ?
Bagaimana cara menyandikannya ?,
Pertama, kata kunci kita ulang sehingga jumlah hurufnya sama banyak dengan teks pesan
Kedua, Langkah Penyandian (Enkripsi);
Huruf pertama pada teks pesan H, disandikan dengan menggunakan baris berjudul A (huruf pertama kata kunci). Pada baris A pada kolom H di tabel Vigenere terdapat huruf I. Demikian pula untuk huruf kedua, ketiga dan seterusnya.
Jadi hasilnya seperti dibawah ini :
Pesan : HARI INI SAYA DATANG TERLAMBAT
Kata Kunci : AKUA KUA KUAK UAKUAK UAKUAKUAK
Hasil : HKLI SHI CUYK XADUNQ NEBFAWUAD
Adapun proses sebaliknya (disebut Dekripsi), yaitu me-resandikan kembali ,
Caranya :
Huruf pertama pada teks tersandi H, di re-sandikan dengan menggunakan kata kunci A (huruf pertama kata kunci). Pada baris A tabel Vigenere kita cari huruf H, huruf H terdapat di kolom H. Jadi huruf pertama dari pesan asli adalah H. Demikian pula untuk seterusnya.
Jadi hasil dekripsi seperti dibawah ini :
Pesan tersandi : HKLI SHI CUYK XADUNQ NEBFAWUAD
Kata Kunci : AKUA KUA KUAK UAKUAK UAKUAKUAK
Pesan Asli : HARI INI SAYA DATANG TERLAMBAT
Enkripsi (penyandian) dengan sandi Vigenere juga dapat dituliskan secara matematis dengan menggunakan penjumlahan dan operasi modulus, yaitu :
rumus enkripsi
Dan dekripsi :
rumus dekripsi
Keterangan : Ci adalah huruf ke-I pada pesan tersandi, Pi adalah huruf ke-I pada pesan asli, Ki adalah huruf ke-I pada kata kunci, dan mod adalah operasi modulus (sisa pembagian).

Problem probabilitas dalam Vigenere dimulai ketika diketahui pesan tersandi (tentunya dengan mengetahui bahasa apa yang digunakan : bhs Inggris, Prancis,..) dan anda harus mencari teks aslinya dengan tidak tahu apa kunci yang dipakai. Yang menjadi basic dan awal pembahasan Sandi Vigenere ini adalah kebolehjadian kemunculan huruf -huruf /alphabet setiap kali kita melakukan pembicaraan atau menulis sesuatu dengan menggunakan sebuah bahasa tertentu. Dengan mengetahui :

  1. Bahasa apa yang digunakan dan
  2. Peluang munculnya huruf A-Z dari bahasa tersebut

MAKA akan dapat dicari kunci dan teks aslidari pesana tersandikan dengani Sandi Vigenere.

Tabel Probabilitas Kemunculan 26 huruf dalam bahasa Inggris :

       Letter     Probability       Letter    Probability
          A          0.082             N          0.067
          B          0.015             O          0.075
          C          0.028             P          0.019
          D          0.043             Q          0.001
          E          0.127             R          0.060
          F          0.022             S          0.063
          G          0.020             T          0.091
          H          0.061             U          0.028
          I          0.070             V          0.010
          J          0.002             W          0.023
          K          0.008             X          0.001
          L          0.040             Y          0.020
          M          0.024             Z          0.001

Indeks Coinsidence Ic(X)silakan didownload : Indeks Coincidence Vigenere

Menentukan Panjang Kunci

Logika

Mahasiswa Matematika FMIPA semester I, silakan menuliskan kembali apa yg disampaikan dalam kuliah. Kemudian tulisan anda dalam format doc dapat dicopy paste dan diposting melalui box komentar dibawah. Diakhir kuliah nanti diharapkan akan diperoleh sebuah buku tentang logika dan himpunan

A. Pendahuluan dan Definisi

Logika berasal dari kata λógøς (baca : logos sebagai kata benda, logike sebagai kata sifat). Logika merupakan: Kajian tentang argumentasi dan pembuktian; Suatu Ilmu tentang asas-asas penalaran manusia; Suatu sistem yang didasarkan atas proposisi. Proposisi atau pernyataan adalah kalimat (berita) yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah), tapi tidak kedua-duanya, kita katakan bahwa nilai kebenaran dari suatu proposisi adalah benar (T) atau salah (F) atau berkorespondensi dengan 1 dan 0 dalam dunia digital.

Logika matematika (logika simbolik) adalah logika yang menggunakan bahasa matematika (bahasa simbolik).

Himpunan semesta adalah himpunan yang elemen-elemennya merupakan semesta pembicaraan
Di dalam suatu kalimat dikenal adanya variabel dan konstanta. Variabel adalah simbol yang menunjuk pada sebarang anggota semesta pembicaraan; sedangkan Konstanta adalah simbol sebagai unsur kalimat yang menunjuk pada satu anggota tertentu dari semesta pembicaraan

Proposisi dan Kalimat Tertutup. Untuk memahami definisi logika serta melihat korelasinya dengan matematika, akan dikenalkan beberapa open problem sebagai berikut :

  1. Alam mencari titik setimbang dengan gempa 7.3 skala richter :
  2. Gunung adalah pasak dari bumi
  3. Energi tidak dapat dimusnahkan dan tidak dapat diciptakan
  4. Archilles VS Tortoise, siapa yang menang?

Paradox Zeno. Secara sederhana kita dapat menyimpulkan paradoks adalah suatu peristiwa kontradiksi antara teori dan kenyataan.
Asal-usul paradoks agak tidak jelas. Diogenes Laertius, mengutip Favorinus, mengatakan bahwa guru Zeno Parmenides, adalah orang pertama yang memperkenalkan Achilles dan kura-kura Argumen.
Saya mengutip deskripsi Zeno’s “Achilles dan kura-kura” paradoks dari Wikipedia:
“Dalam sebuah lomba, pelari tercepat tidak pernah dapat menyalip yang paling lambat, sejak pengejar harus terlebih dahulu mencapai titik yang dikejar mulai dari mana, sehingga lebih lambat harus selalu memegang sebuah petunjuk.” (Aristoteles Fisika VI: 9, 239b15)

Achilles dan kura-kura ini salah satu dari 8 paradoks Zeno yang paling terkenal. Terkenal karena orang Yunani gagal menjelaskan paradoks ini.hehehe…… Walau sekarang terkesan ga terlalu sulit, tapi butuh waktu ribuan tahun sebelum matematikawan dapat menjelaskannya. Paradoks Achilles dan kura-kura kira-kira seperti ini :

Pelari tercepat (A) tidak akan bisa mendahului pelari yang lebih lambat (B). Hal ini terjadi karena A harus berada pada titik B mula-mula, sementara B sudah meninggalkan (berada di depan) titik tersebut.

Zeno menganalogikan paradoks ini dengan membayangkan lomba lari Achilles dan seekor kura-kura. (haha…. jadi inget Brad Pitt ya, film Troy ). Keduanya dianggap lari dengan kecepatan konstan dan kura-kura udah tentu jauh lebih lambat. Untuk itu, si kura-kura dikasih keuntungan dengan start awal di depan, katakanlah 100 meter. Ketika lomba sudah dimulai, Achilles akan mencapai titik 100 m (titik di mana kura-kura mula-mula). Tetapi si kura ini juga pasti sudah melangkah maju, jauh lebih lambat memang, katakanlah dia baru melangkah 10 meter. Beberapa saat kemudian Achilles berada di titik 110 m, tapi si kura lagi-lagi udah melangkah maju. Demikian seterusnya, setiap kali Achilles berada pada titik di mana kura-kura tadinya berada, si kura-kura sudah melangkah maju. Artinya, Achilles, secepat apa pun dia berlari ngga akan bisa mendahului kura-kura (selambat apa pun dia melangkah).

Untuk paradoks zeno, si achilles ini, bisa dijelaskan dengan limit.
Untuk penjelasannya dari Wikipedia sbb :
In the case of Achilles and the tortoise, suppose that the tortoise runs at a constant speed of v metres per second (m/s) and gets a head start of distance d metres (m), and that Achilles runs at constant speed xv m/s with x > 1. It takes Achilles time d/xv seconds (s) to reach the point where the tortoise started, at which time the tortoise has travelled d/x m. After further time d/x2v s, Achilles has another d/x m, and so on. Thus, the time taken for Achilles to catch up is :

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Zeno%27s_paradox_solutions

Proporsisi. Unit terkecil dari Logika adalah : Kalimat. Jenis kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah tapi tidak keduanya adalah : Statement atau Pernyataan. Istilah lain dari pernyataan adalah Proposisi atau Kalimat Tertutup.

Pernyataan Majemuk (Compound Statemetent). Diperoleh dengan menyusun variabel-variabel pernyataan yang digabungkan dengan Penghubung Logika.

p : X1=(-b+sqrt(b2-4ac))/2a adalah salah satu akar persamaan kuadrat ax2 +bx +c

q : X1 adalah imaginer bila b2>4ac

Pernyataan majemuk yang bisa disusun Jika p maka  q

Pinjam dari referensi lain : silakan download materi Bab 1 disini : logika-himpunan

Bentuk-bentuk pernyataan dalam logika dibedakan dalam:

  1. Kontradiksi
  2. Tautologi
  3. Kontingensi

Kontradiksi adalah suatu bentuk pernyataan yang hanya mempunyai contoh substitusi yang salah, atau sebuah pernyataan majemuk yang salah dalam segala hal tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.

Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang benar dalam segala hal, tanpa memandang nilai kebenaran dari komponen-komponennya.

Kontingensi adalah sebuah pernyataan majemuk yang bukan suatu tautologi maupun kontradiksi.

“Don’t be surprised if the next Steve Jobs or Bill Gates comes from my China. That’s the message of Silicon Dragon, my book that profiles the new generation of Chinese entrepreneurs who are challenging the U.S. for global high-tech leadership” (Rebecca A. Fannin)

“Orang Dortmund masih menangisi dan bernostalgi dengan super raksasa pabrik baja Phoniex yg dibangun sejak pasca PD II yang di tukar dengan sepatu boot merk Phoenix buatan China”. (Jet Li - Kiss of the Dragon)

Inilah saatnya menghadapi fakta : Sang Dragon telah terbangun dari tidurnya (Meski Napoleon pernah berpesan : Jangan sekali-kali kamu bangunkan sang naga dari tidurnya karena ia akan terbang sampai ke bulan) telah mampu mengalahkan negara negara maju termasuk AS sekalipun dengan perusahaan berbasis teknologi seperti Google, Yahoo, dan Ebay. China telah mampu memadukan dan menkoordinasikan teknologi Informasi dan Budayanya. Potensi yang tersimpan dalam energi potensi(al) telah digerakkan dengan energi kinetik internet. Perpaduan itu telah menghasilkan gerak kolektif dan produktif seperti layaknya energi Mekanik yang sempurna : Baidu- Robin Lie yang membuat Google berguguran di China, Alibaba - ilmu sihir Jack Ma yang tidak pernah diprediksi penulis Harry Poter bakalan ada ilmu sihir yang sanggup menggeser Ebay dan Yahoo bahkan mencatat rekor di IPO, Dangdang - Peggy Yu yang membuat Jeff Bezos angkat kopernya yang berisi Amazon.com dari China, PingCo - Ping saya ya Charles Wang dengan Skype versi handphone dan ber SMS serta chatting gratis.

Pendulum itu bergerak dengan energi mekanik laksana perpaduan antara budaya dan TIK. Mereka menggali akar-akar kuat budaya kolektifnya untuk diangkat menjadi sebuah produk yang berbasis teknologi Informasi.

Seminar Smart & Healty Internet, Telkom - APKOMINDO, Solo 15 Agustus 2009

Dalam format pdf silakan download disini : smart internet dr China

PERS RELEASE

Pada tanggal 30 juli 2009 Webometric telah melansir peringkat baru perguruan tinggi se-dunia. Dari daftar peringkat (www.webometrics.info), UNS menempati posisi 1617 dunia dan 4 PTN besar Indonesia. Pemeringkatn ini dilansir setiap 6 bulan sekali, pada bulan januari 2009 UNS baru menempati ranking 2159 dan menempati 8 besar PTN di Indonesia. Merupakan posisi yang prestise, menempatkan UNS sejajar dengan universitas-universitas kelas dunia.

Dengan melihat data tersebut, sebenarnya telah cukup untuk melihat bahwa sebuah perubahan ke arah yang lebih maju telah terjadi di Universitas Sebelas Maret Solo. Jika diamati ranking paling tinggi dimiliki oleh UNS adalah pada aspek penilaian Visibility dan size. Aspek ini cukup menunjukkan kepada kita bahwa pada saat ini, UNS menjadi primadona untuk mendapatkan dan mencari sumber-sumber informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Produk-produk yang dimiliki oleh UNS harus dieksplorasi lagi, dipromosikan lagi ke level internasional, untuk kemudian diatur dengan management informasi yang baik. Upaya ini akan sanggup membawa citra UNS menjadi center of excellent.

Meski demikian masih perlu ditingkatkan lagi pada aspek rich file dan scholar, yaitu kemauan dan kemampuan menulis dari civitas akademik UNS yang memenuhi kaidah standart internasional. Sehingga dari sini dihasilkan, karya-karya mereka yang akan dapat menjadi referensi atau rujukan bagi ilmuwan yang lain. Secara teknis, UNS musti mempunyai sebuah organisasi yang mampu memanagement karya ilmiah civitas akademika, dimulai dari management reward bagi penulis, pencetakan dan publikasi (dalam bentuk hardcopy dan softcopy), serta management pengarsipan dalam sebuah digital library yang handal.

Dengan melihat analisa diatas, nampak jelas bahwa hasil dari webometrics seperti yang ditulis dalam artikel Isidro F. Aguillo berjudul : “Scientific Research Activity and Communication Measured with Cybermetrics Indicators merupakan potret riil keunggulan dan kelemahan management perguruan tinggi yang dilihat dari management information. Hasil yang diperoleh dalam webometrics ini tidak jauh berbeda dengan hasil pemeringkatan yang dirilis oleh : ARWU (Academic Ranking of World Universities) dan THES (Time Higher Education Supplement). Sebagai sample, UNS yang yang pada January 2009 lalu diposisi 361 Asia dan Timur Tengah pada perangkingan Webometrics, di versi THES UNS berada pada posisi 171. Nampak bahawa jika Perguruan Tinggi dari Negara-negara Timur Tengah dikeluarkan dari perangkingan webometrics maka peringkat UNS di wilayah Asia juga akan berkisar pada 200 besar Asia.

Berikut adalah peringkat resmi Webometrics per Juli 2009 yang dikeluarkan oleh Cybermetrics Lab (CSIC) Madrid, Spanyol :











Down load pers-release

Walah…paling pada nggak percaya kalau UNS ada di 4 besar PTN dan 1617 dunia. Padahal sumbernya jelas : http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Terserahlah…yang jelas Tuhan nggak pernah tidur tahu siapa yang kerja, siapa yang kerjanya MAIDHO orang kerja.

Akhirnya kami harus membocorkan “resep rahasia” ini, syukur2 ada yg mau melakukan riset lanjutan dari tulisan ini biar universitas di Indonesia bisa lebih maju. Meskipun kami sdh punya hitungan matematikanya dengan menganalisis article webometrics yg ditulis oleh P. Isidro : “scientific research activity and communication measured with cybermetrics indicators”