Calculus Informatika

Around AD 1000, the Islamic mathematician Ibn al-Haytham (Alhacen) was the first to derive the formula for the sum of the fourth powers of an arithmetic progression, using a method that is readily generalizable to finding the formula for the sum of any higher integral powers, which he used to perform an integration (Sumber : Wikipedia)

Pemodelan Matematika


Matrik dan Ruang Vektor

___0.8 0.3 0.2

P= 0.1 0.2 0.6 ; X (0) = (0 1 0)

___0.1 0.5 0.2

PHKI C UNS 2010

hibah-rapid-destination

destinationsolocom-rab_bisnis_plan

A. Proposal Awal

mempunyai Program sebagai berikut :

bab-5 Usulan-program (Pdf) atau bab-5-usulan-program (Words)

B. Filosofi PHKI C UNS

C. Presentasi : Model

Link model yang sudah dimiliki UNS untuk Hibah PHKI C

D. Dokumen Baru Untuk VISITASI

  1. Mohon PIC Program I dan Program II membantu mengisi form bisnis plan berikut ( yg tahu angkanya silakan diisikan) : rab-phki-c-versi-6dan analisis-layak-usaha-versi-10
  2. Materi yang sudah jadi :

Bab-5-Program 1 yang terdiri dari aktivitas berikut :

1.1 Pembuatan Rencana Tapak (Site Plan) Kawasan Wisata Kab Karanganyar dan Ngawi

1.2 Penyusunan Detailed Engineering Design (DED) Daya Tarik Wisata Kab Karanganyar, Magetan dan Ngawi

TOR semua sudah ada di B Roro

Rab-Prog-1-Act-1-dan-2

Bab-5-Program 2 yang terdiri dari aktivitas berikut :

2.1 Pengembangan pariwisata budaya berbasis keunikan lokal

TOR 2.1.1 Pemetaan-potensi-keunikan-lokal

TOR 2.1.2 Penentuan-potensi-strategis-sbg-prioritas-unggulan-wisata-daerah

TOR 2.1.3 Pengembangan-masing-masing-prioritas-unggulan-wisata

2.2 Pengembangan agrowisata berbasis Tanaman Holtikultura, Biofarmaka, keunggulan lokal

2.2.1 Kecamatan Ngargoyoso Kab. Karanganyar

TOR 2.2.1.1 program-2-aktifitas-2-keg-stevia (new)

TOR 2.2.1.2-program-2-aktifitas-2-keg-strowbery (new)

TOR 2.2.1.3-program-2-aktifitas-2-keg-sidat1(new)

TOR 2.2.1.4 Pengembangan produk pasca panen strowbery duren

TOR 2.2.1.5 Pengembangan produk pasca panen simplisia stevia jamu empon empon

TOR 2.2.1.6-Demplot-durian-karanganyar

TOR 2.2.1.7-Pelatihan-teknologi budidaya di Karanganyar

TOR 2.2.1.8 Agrowisata : Pembuatan Mall Komoditas Organik

TOR2.2.1.9 Pembentukan-kpws

2.2.2. Kabupaten Sragen : Pengembangan kawasan holtikultura

TOR 2.2.2.1 Training-dan-demplot-jeruk-pamelo

2.2.3 Kecamatan Bendo Kab. Magetan

TOR 2.2.2.2 Pengembangan Kawasan Agrowisata budidaya Jeruk Pamelo dan Peternakan Sapi

2.2.4 Kecamatan Ngawi Kab. Ngawi

TOR 2.2.3.1Pengembangan Desa Wisata di Kec Ngrambe, Jogorogo dan Kendal

2.3 Pengembangan Pariwisata Pedesaan Berbasis EST

TOR 2.3.1 pemetaan-potensi-desa

TOR 2.3.2 Pengelolaan-homestay

TOR 2.3.3 Pemandu-wisata

RAB Prog 2 Act 1,2 dan 3

Bab-5-Program 3 yg terdiri dari Aktivitas berikut :

3.1 Pengembangan Sistem Informasi Kepariwisataan Daerah Berbasis Model Integrated ICT

TOR 3.1.1 collecting-data-dan-informasi-dari-program-i-dan-ii

TOR 3.1.2 perancangan-desain-management-data-base-program-i-dan-ii1

TOR 3.1.3 training stakeholders pariwisata : pengenalan sistem , inputing data dan implementasi aplikasi

TOR 3.1.4 sikronisasi sitem informasi management destination dgn sistem informasi komoditas

TOR 3.1.5 penguatan kerjasama uns-java pavillion-dinas terkait : penyusunan MOU dan SOP penggunaan aplikasi

3.2 Pembuatan Sistem Promosi Pariwisata Berbasis Model Integrated ICT

TOR 3.2.1 Penguatan SIMPAR Terpadu dengan menggandeng Marcella Zalianty dari Yayasan Karya Tunas Nusantara menjadi icon promosi wisata kawasan Lawu.

TOR 3.2.2 Promosi paket wisata dengan perangkat point (1) ke pasar wisata dalam (Famtrip) maupun luar negeri bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI

TOR 3.2.3 Maintenance dan updating data promosi pada SIMPAR Terpadu

RAB Prog-3-Act-1-dan-2

Introduction Saya suka ketika memberikan kuliah dan melihat mahasiswa saya on time masuk ke ruang Vicon di UPT Puskom yang ukurannya 6×4 m2. Suasana anteng, tenang…sampai 15 menit menjelang kuliah berakhir. Karena pas waktu itu biasanya saya tanyakan : “Yang nggak mudeng silakan angkat tangan dan tanya…” ternyata nggak ada yang tanya. Pertanyaan saya lanjutkan,: “Kalo begitu siapa yang mudeng silakan angkat tangan…!!!” Ternyata juga nggak ada yang angkat tangan. Waks…!? Spontan suara ketawa dan gaduh pecah di kelas. Yach sudahlah… sisa 15 menit selalu saya isi dengan “sesuatu yang matematika tapi tidak matematika banget”: Memodelkan kehidupan sehari-hari ke dalam formulasi-formulasi “rumus” agar lebih mudah dipahami. Meskipun kebolehjadian (Sthocastics), tapi yakin Tuhan menciptakan semuanya dengan rumus yang pasti.

Sebelum mereka pulang ke kamar kostnya yang berukuran 3×2 m2, saya mencoba mencari sebuah alternatif lain yang mudah-mudahan meskipun kecil mampu memberikan sebuah angin segar untuk memotivasi mereka untuk melesat pesat ibarat bagai anak panah keluar dari busurnya. Soalnya capek juga kalau mendorong mobil mogok… Pandai, bodoh; kaya, miskin bukanlah takdir, seperti presepsi beberapa orang di Gunung kidul bahwa kesulitan hidup yang mereka alami adalah sudah ginaris alias pepesti alias takdir, sehingga merekapun di lazimkan dan seolah pada waktu itu “diperbolehkan” melakukan bunuh diri. Pandai, bodoh,kaya,miskin adalah pilihan ! Wahai mahasiswakoe, anda jangan pernah memilih untuk membatasi diri anda secara geografis dalam ruangan kartesian ukuran 24 m2 dan 6 m2. Dan jangan anda memilih membatasi jelajah pikir anda hanya pada buku catatan atau diktat kuliah. Dan jangan pula anda membatasi diri anda dengan networking hanya pada radius Ring 1 alias teman-teman sebangku kuliah atau se-angkatan. Tahu nggak ? Hikayat cerita kenapa Dinosaurus punah gara-gara babi telat mikir ? Kayaknya banyak yg belum tahu penyebab dinosaurus punah. Begini critanya , semua pengen naik ke bahtera Nabi Nuh, tapi gak cukup. Akhirnya dibuat kompetisi : semua yang ada diminta cerita yang lucu sehingga yang hadir harus ketawa semua kalo pengen naik ke bahtera nabi Nuh, kalo satu saja ada yang tidak ketawa, maka terpaksa dia harus tinggal. Nah, giliran pertama adalah Dinosaurus cerita. Semua ketawa terpingkal2 kecuali Babi!!Terpaksa Dinosaurus tinggal dan akhirnya punah. Giliran kedua adalah Gajah, belum mulai cerita si Babi tertawa sampai perutnya berguncang. tatkala ditanya, jawab Babi : “Saya baru sadar betapa lucunya cerita si Dinosaurus tadi…” Yach…TELMI akhirnya membawa korban dalam oraganisasi kita, telat 5 menit saja dalam berfikir kita sudah akan dilibas oleh kompetitor kita.

Pilihlah untuk menjadi pandai…!!! Meski gelap suasananya (karena universitas tempat kalian menimba ilmu adalah sebuah goa yang luas) tapi anda bisa tanya kesana kemari, anda bisa membaca situasi. Dan jangan menjatuhkan diri pada keraguan untuk ambil bagian dalam “kerja”. Kerja dan kerja untuk selalu produktif. Jangan anda menyesal tatkala nanti keluar dari “Goa” UNS ini anda ternyata hanya mengambil segelas air saja itupun tidak penuh untuk menyambung “perjalanan” hidup anda. Padahal anda bisa mengambil tiket pesawat pulang pergi Solo-Eropa atau solo-amerika lengkap dengan living/book allowance selama 5 tahun, atau anda mau mengambil free tiket untuk menjadi entrepreuner yang hebat, atau malah anda pengen mengambil tiket class executive vertikal menembus persaingan global.

Pilihlah menjadi kaya. Keluarlah dari jebakan kemiskinan yang menjadi rantai setan seolah-olah tidak bisa dipupus. Ambilah intan berlian, uang dalam kurs $ maupun Euro dan emas permata dari dalam Goa. Tapi jangan ambil laptop …(sori ya P. Sapto hehee… yang laptopnya hilang 2 hari lalu jam 14.30 WIB di meja kerjanya di Puskom). Meminjam definisi kaya Robert T Kyusaki, kaya itu adalah mereka yang bisa meng create sesuatu dan dengan sesuatu itu bisa mencukupi kebutuhan dia sendiri dengan style life nya serta…mampu menghasilkan pasive income. Nggak usah nunggu lulus, anda akan mampu memenuhi definisi ini. Apa bedanya hari ini, besok, nanti atau 3 tahun lagi. Menunggu kok waktu, sia-sia…!

Pilihlah menjadi kaya (meminjam definisinya Sutanto : sedikit menyempurnakan Robert T Kyusaki), bahwa aktivitas yang dipilih tidak hanya mendatangkan pasive income yang bersifat materi (uang) tapi juga mendatangkan pasive income berupa barokah dari langit yang terus akan berlipat nilainya meskipun kita sudah masuk ke liang lahat. Dan faktor yang kedua ini tidak akan ada satupun kekuatan yang mampu menghentikan dan mampu memutus keberkahan atas apa yang telah anda lakukan dan mampu bermanfaat buat orang lain.

Dan akhirnya, jual saja HP anda yang hanya dipakai SMS-an atau miss call miss call-an. Kayaknya barang itu menjadi Liability. Tukarkan dengan Laptop yang akan menjadi alat untuk menembus dunia dan masih bisa SMS-an dengan chatting. Dan bukalah sankar-sangkar yang telah anda buat sendiri, batas-batas yang telah membatsi anda sendiri sehingga sulit dan takut untuk berkreasi dan berkembang. Dan akhirnya berdoalah dan mintalah kepada-NYa untuk menggantikan akal dan hati anda, karena saat ini yang ada di raga anda bukanlah hati dan akal mu yang sesungguhnya.

Histori Data yang dihimpun oleh pemerintah Hindia Belanda yang saat ini masih bisa diakses di perpustakaan University of Leiden, disebuah buku karya Pierre Labourse disebutkan bahwa ada 4673 kapal Hindia Belanda yang datang ke Tanah Jawa sejak Cornelis de Hautman singgah untuk pertama kalinya di Batavia. Angka itu sungguh mencengangkan…! Kapal-kapal tersebut mengangkut hasil bumi mulai dari kayu cendana, kopi, teh, sampai logam mulia. Saya masih berandai-andai alias berhipotesa bahwa : ” Amsterdam adalah nama sebuah kota yang berasala dari 2 kata : sungai Amstel dan Dam” artinya kota itu ada karena orang Belanda membuat Mega Proyek membendung sungai Amstel. Atau kalau dalam bahasa Prancis, Belanda disebut Paybas yang artinya Pay : Negara dan Bas : rendah. Bukan Negara yang rendah secara konotasi moralnya, tapi randah posisi tanah atau geografisnya. Hipotesanya : Jangan-jangan mega proyek itu didanai dari hasil bumi kita, jangan-jangan Sneijder dkk yang masuk final World cup kemaren pun tidak lepas dari “campur tangan” kakek nenek kita.

Kompetisi Panitia Pendaftar SNMPTN 2010 di UNS mencatat 44.646 orang, yang diterima cuma kurang lebih 2000 kursi. Apalagi kompetisi perebutan kursi CPNS, masihkah menarik untuk hitungan proporsi keketatan 2 atau 3 tahun lagi ?

Adopsi VS Kreasi (akan dibahas dalam seminar karir 24 juli 2010)

Saya cerita kepada Ibuku kemaren : “sudah sebisa yang kami lakukan, namun hanya 65 langkah, hanya 65 hasta, hanya 65 depa yang bisa. Beliau tenang menjawab : “Mimpimu masih jauh…jauh sekali, namun jangan sekali kali menyerah ! Kamu sudah istiqomah dalam bekerja, sudah bersungguh-sungguh, jangan cepat letih, ajaklah orang disekitarmu untuk mengerti kerja kecil ini yang insya Alloh hasilnya akan besar”

Bukankah kerja kamu membaca, menulis dan menceritakan kembali apa yg kamu baca dan kamu tulis kepada mereka yang membutuhkan? Sebuah pekerjaan yang sederhana tapi mulia. Jadi bukan sesuatu yang sulit kalau hanya mengumpulkan tulisan, apalagi kamu membimbing orang membuat tulisan yang durasinya bisa 6 bulan bahkan 1 tahun….itu sebuah karya besar yang harus orang lain membacanya. Niscaya pahala kamu akan berlebih…

Tetaplah kamu menjadi dirimu, tidak pernah sedikitpun diajarkan kepadamu gila puji dan Tetaplah didepan gapura candi memberi sedekah kepada mereka yang telah bekerja dengan ikhlas dan kecintaan. Engkaulah penjaga keikhlasan…

Periode size visibility rich files scholar Ranking
Juli 2008 2993 5851 4501 5693 4681
Januari 2009 1540 2227 3188 4099 2159
Juli 2009 1237 932 2882 3793 1617
Januari 2010 1336 1224 3070 2479 1585
Juli 2010 1408 1472 1736 2346 1520

Catatan ini saya tulis ketika melewati lintasan gunung Telomoyo sekitar Grabag Magelang menuju ke Soropadan Temanggung tgl 26 juni 2010 jam 07.30.

Saya melihat hamparan hutan Bamboo disepanjang gunung , dan hampir di setiap pinggir jalan saya melihat potongan bambbo dengan tempelan tulisan : DIJUAL untuk USUK dan RENG. Pada saat yang bersamaan saya buka : http://www.alibaba.com/product-gs/50095234/Bamboo_Flooring.html dengan gambar yang eksotis :

Dengan harga yang sangat fantastis : US $10-18 per m2

Kesimpulan saya sementara : Ada yang salah dalam management negara ini….

Fakta Sejarah :

Karaeng Pattingalloang adalah perdana mentri dan penasehat utama Sultan Muhammad Said (1639-1653) memesan : 2 bola dunia yang kelilingnya hingga 160 inchi terbuat dari kayu atau tembaga, sebuah peta dunia yang besar dengan keterangan dalam bahasa spanyol, portugis dan latin, sebuah atlas yang melukiskan seluruh dunia, 2 buah teropong dengan tabung logam yang ringan, sebuah suryakanta yang besar dan 12 belas prisma segitiga untuk mendekomposisi cahaya, 40 buah tongkat baja kecil serta bola dari baja atau tembaga. Setelah 3 tahun ditunggu, pada tanggal 15 februari 1648 benda2 tersebut akhirnya dikirim ke Makasar. Barang-barang “langka” tersebut ditukar dengan 11 bahar kayu cendana seharga 60 real tiap bahar sebagai uang muka. (Denys LOMBART : Le Carrefour Javanais)

Meenjelang PD I, mata dagangan Ijzer en Staal adalah yg terbesar produk yang diimpor oleh Belanda : 6.550.000 Gulden tak kurang dari 5.695.000 Gulden darinya adalah untuk Pulau Jawa. Besi yang jaman dulu dipakai membuat senjata makin lama digunakan sebagai alat pertanian yang akhirnya digunakan untuk membabat hutan di Tanah Jawa yang mengubah sama sekali wajah pulau Jawa.

Kesaksian Charles Francois Tombe, seorang perwira prancis yang ditugasi oleh Daendels untuk membuat peta di tanah Jawa : Dari jalan setapak Mataram menjadi Jalan Pos Raya Daendels bahwa adalah cukup beralasan dengan pertimbangan strategi ekonomi kolonial agar budidaya kopi bisa berkembang dengan biaya angkut yang dapat ditekan dengan murah melalui lintas darat. Meskipun jalan tersebut tidak dapat menahan pendaratan Inggris di Jawa, namun jalan tersebut telah mengubah kondisi kehidupan ekonomi dan pemerintahan di Jawa. Karena munculnya jalan-jalan penyambung ke daerah yang masih perawan, munculnya pedagang-pedagang perantara, dan dibukanya perkebunan dan persawahan baru.

Miss Presepsi

Jalan Daendels adalah sebuah karya seperti membangun piramyde di Mesir. Bahkan Pramudya Ananta menuliskan sebagai sebuah genosite yang telah membantai 12.000 nyawa orang Jawa.

Raffles dengan Culture stelsel-nya adalah sebuah Tanam Paksa yang membebani petani -petani di tanah Jawa. Disisi lain, sampai hari ini masih kita jumpai bangunan Belanda, perkebunan Belanda, pabrik Belanda masih eksis di Pulau Jawa dengan tata kelola dan bangunan yang kokoh. Bahkan kalau ada bangunan yang masih berdiri dengan gagahnya orang mengatakan “itu bangunan Londo”. Lha apa orang kita kalau bikin sesuatu tidak bisa seperti mereka ?

Saya yakin benar, meski Belanda bertangan besi dibalut beludru, apa yang dilakukan Daendels dan Raffles adalah menata sebuah management. Jawa ini butuh tatakelola yang baik, tidak hanya serimonial, nyata dan menyentuh langsung kepada petani miskin. Hipotesa saya terbukti : Bahawa sampai hari ini dunia masih membutuhkan rempah-rempah dari tanah jawa www.javaagro.com namun sangat pardoksial, sudah 65 tahun merdeka, tata kelola penanaman dan tata niaga komoditi masih sangat amburadul. Permintaan buyer atas komoditi agro dalam kuantitas yang cukup besar sulit sekali untuk dipenuhi. Solusinya adalah, apakah kita perlu panggil kembali Belanda untuk mengatur tanah Jawa ini? pastinya TIDAK. Untuk itu diperlukan sebuah karya monumental “Grote Postweg” dan “Culture Stelsel” dari Daendels-Deandels dan Rafles-Rafles pribumi guna menggali harta karun yang masih berada dibawah piramida.

Ada 2 artikel yang menarik yang saya jadikan referensi pada Seminar ICT dan Korupsi bersama KPK di Fak Teknik tgl 10 juni 2010) yaitu :

  1. Red Light States : Who Buys Online Adult Entertainment
  2. Disonance Cognitive

Artikel (1) Benyamin Edelman, mencoba membuktikan hipotesa bahwa di daerah yang notabene mempunyai aturan agama yang dijunjung tinggi, namun konsumsi terhadap pornografi relatif lebih besar dibandingkan dengan dengan daerah nasionalis yang cenderung masyarakatnya mempunyai toleransi tinggi. Survey tersebut dilakukan di seluruh negara bagian di Amerika Serikat yang dibagi menjadi 2 group yaitu daerah merah (Agamis) dan biru (nasionalis). Dan pengambilan data dilakukan atas mereka yang menggunakan internet untuk mengakses tayangan pornografi dan bahkan berlangganan entertaiment yang berbau pronagrafi dan pornoaksi. Tak kalah dengan Amerika, Indonesia baru saja menyajikan sebuah tontonan yang akan memberikan acuan norma baru dalam pergaulan, yaitu video ALM dan AC. Sampai-sampai Google mencatat angka fantastis 12,600,000 hasil (0.25 detik) untuk pencarian ALM dan 21,300,000 hasil (0.18 detik) untuk keyword AC.

Lantas bagaimana menjelaskan fenomena ini secara modelling mathematics ?

Artikel (2) Mathieu Rabin, memunculkan istilah Disonance Cognitive(DC) . Disonansi kognitif ini terjadi pada setiap orang yang mempunyai 2 sisi pemahaman dan atau kebenaran atas sebuah aktifitas yang dilakukan. Contoh sederhana adalah : Aktivitas merokok. Merokok adalah aktivitas yang dilarang karena mengganggu kesehatan. Namun seseorang masih tetap melakukan aktivitas tersebut karena beralasan bahawa tanpa merokok dia tidak dapat berkonsentrasi tatkala bekerja. Sehingga akibat adanya 2 nilai tersebut membuat seseorang yang merokok jatuh pada kondisi tidak nyaman atau Ketidaknyamanan akibat desonace cognitive. Variabel kedua adalah Toleransi Masyarakat (TM). Maksud dari variabel ini adalah seberapa besar toleransi yang diberikan oleh masyarakat atas tindakan yang kita lakukan. Sebagai contoh aktivitas merokok tadi, jikalau seseorang masih tetap merokok dan setiap hari menghabiskan 5 batang rokok, sementara masyarakat mentolerir bahawa merokok sehari maksimum 4 batang. Maka seseorang yang merokok diatas 4 batang akan jatuh pula pada ketidaknyaman karena melampaui toleransi yang dipasang oleh masyarakat sekitar.

Akhirnya setiap aktivitas yang dilakukan seseorang dapat diukur seberapa besar kenyamanan bersih (KB). Secara matematika akan lebih mudah dipahami :

Kenyamanan bersih = Kepuasan yang diperoleh - Ketidaknyaman karena Disonance Cognitive - Ketidaknyaman karena Toleransi Masyarakat

Atau

KB = Kepuasan - Ketidaknyamanan(DC + TM)

Dimana korelasi nya dengan artikel (1) ? Mohon masukannya dan ide kritisnya…..

Saya mencoba melakukan pendalaman sedikit atas model diatas. Kenyamanan bersih akan bernilai kecil apabila nilai ketidaknyamanan CD dan TM besar. Ambil salah satu variabel Ketidaknyamanan TM, apa sebenarnya yang mebuat nilai ketidaknyamanan TM membesar? Yang membuat hal tersebut adalah adanya kampanye atau seruan yang akhirnya membuat angka toleransi mendekati zero tolerance

Upload (Posting) dulu baru Download

Download disini : makalah lpm-kentingan-uns

Bukankah “tangan diatas lebih mulia daripada yang dibawah?” Apakah pepatah mulia itu hanya berlaku tatkala kita bicara masalah beri-memberi dalam urusan duit? Tentunya domain berfikir dari pepatah itu bisa diekspand sampai pada urusan dalam tata krama berinternet. Secara statistik ada 2 fenomena besar dalam bermain internet :

  1. Banyak orang yang googling atau searching di rapidshare untuk mengambil file yang ada di server tersebut.
  2. Disatu sisi Banyak orang yang menanyakan : “Bagaimana agar websitenya bisa eksis dan di hit atau dikunjungi oleh banyak orang?”

Cerita kesuksesan pertumbuhan ekonomi di China dan India yang laju pertumbuhan ekonominya mendekati 2 digit tidak lepas dari peran teknologi Informasi dan komunikasi. Jack Ma alumni Microsoft Seatle dengan ilmu sihirnya telah membangkitkan sebuah teori market engineering dengan membuat pasar virtual www.alibaba.com. Pasar ? ya. Dia telah berhasil mengajak orang-orang yang mencari barang-barang dari jarum jahit sampai mesin pemanen padi. Logika serta tahapan apa yng dia bangun diawal? Kesimpulan saya sementara, Jack Ma telah berhasil menyodorkan atau menampilkan tulisan atau data di website dia pada tahap permulaan. Data-data dia itu sering dicari dan dibutuhkan oleh orang lain. Akhirnya banyak orang yang mencari data bertemu di website dia. Jadilah website itu pasar yang mendunia.

Macthe in Bangalore, adalah sebuah ungkapan yang lazim di Jerman bahwa : Kesulitan belajar Matematika, belajarlah ke Bangalore. Guru-guru di India telah membuat Website yang berisi tentang panduan praktis belajar Matematika. Dengan sangat rapi dan solutif mereka membuat tulisan atau informasi tentang masalah-masalah matematika yang selama ini sulit diselesaikan oleh student-student di Jerman dan di Amerika. Akhirnya situs mereka menjelma menjadi www.tutorvista.com. Saat ini untuk menjadi member musti membayar biaya abonement 99 $ per bulan. Dan tahun lalu tercatat mempunyai member aktif 1100 siswa di Amerika saja. Bayangkan bila seorang guru memiliki gaji : 1100 x 99 x Rp 8.513,- (kurs hari ini) = Rp 927 jt per bulan tanpa harus melewati “program (mubadzir) sertifikasi guru”.

Kedua contoh Chindia tersebut diatas, berwal dari berpikir memberi lebih baik daripada menerima atau mengambil dari orang lain. Lantas bagaimana fenomena “akibat per-dowload-an bebas ?” tanpa memberikan sesuatu terlebih dahulu. Apakah berbahaya? Apakah akan mengakibatkan kerusakan? Apakah mengakitbatkan servernya down? Apakah bandwidthnya akan habis? Apakah akan membantu kecepatan penyebaran informasi? Apakah membuat kita kecanduan “mengambil” punya orang lain dengan skema kemudahan yang ada? Jawabnya ada di seminar hari ini di Student Center UNS ….

Terrasse de France

Latar Belakang kenapa ada Terrasse de France?

  1. Terrasse de France (TdF) adalah tempat yang dimiliki oleh negara dan dititipkan di UPT Puskom lantai 2. Fasilitasnya sangat lengkap mulai dari : PC, Laptop, internet 24 jam kapasitas bandwidth 80 Mbps, Ruang ber AC dan semua itu dibayar dengan uang rakyat.
  2. Kenapa harus TdF : Saya iri dengan univeritas di Eropa yang mengajarkan Bahasa Melayu dan hasilnya dalam 2 tahun terakhir ini mereka banyak sekali membangun kerjasama-kerjasama penelitian yang cukup strategis dengan universitas-universitas di Asia. Jadi, bohong besar, kalau mau bikin kerjasama tapi nggak bisa ngomong bahasanya orang yang diajak kerjasama. Alasan yang kedua, saya sering lihat orang di puskom pada kerja di depan PC ternyata mereka tidak kerja dan tidak produktif alias main GAME, Facebook-an yg nggak bener, dengerin Musik/lagu akhirnya kalau ditanya apa yang sudah anda peroleh hari ini? Apa yang telah anda produksi hari ini? Jawabnya diatas awan. Alias nggak produktif blas….Alasan ke-3, Sementara orang lain sudah menguasai kita, kita masih MOLOR karena salah dalam mendefinisikan kerja.
  3. Kegiatan TdF : Mengajak siapa saja yang mau bekerja dengan mengatasnamakan “cinta” yang mengejawantah menjadi ikhlas untuk membuat Focus Group discussion tentang Prancis : Bahasa, Beasiswa, Riset, pertukaran student, dll.

Agenda terdekat

KURSUS PRANCIS Perdana dimulai tanggal 1 juni 2010 akan dimulai kursus bahasa Prancis dengan pengampu : Sutanto dan mahasiswa dari Prancis dan Madagaskar.

Hari : Tiap Senin (Kita sesuaikan)

Jam : Setelah sholat Ashar Jam 16.00

Biaya : Terserah mau bayar pakai apa saja di terima ( punyanya gethuk bayar pakai gethuk…punyanya suket bayar pakai suket…punya semangat bayar pakai semangat)

Peserta : Boleh dari manapun asal-usulnya/sukunya/agamanya/jenis kelaminnya

MATERI Sesi 1 :

Membuat Kamus Prancis - Indonesia dari kata-kata yang sudah lazim bagi kita :

Alcool = alcohol, Alternative = pilihan, Assurance = Asuransi,

Bagage = bagasi, Balle Ballon : Bola, Bois : Reboisasi, bonbon = permen,

Cafe : Kafe, Conducteur : Sopir, Capitaine = Kapten, Cashier : Kasir, changer = mengubah , cle = kunci, Competent = ahli, Contrat = persetujuan, perjanjian, Criminal = kriminal

Danser = menari, Dirigeant : Pemimpin, Domicile = domisili/tempat tinggal, Donner = mendonorkan,

Essieu = as roda, Etiquette = etiket, ,

Fabrique = pabrik, Faculte=fakultas, Faillite = bangkrut,

Garage = garasi, Guerre : Perang,

Histoire = sejarah

Idée = ide, Insomnie = insomnia, Instant = instan,

Jaquette = jaket,

Lampe = lampu, Lumiere = cahaya,

Madame : Nyonya, Maître = master, manger = makan , Metro : Kereta bawah tanah, Modifier : Memodifikasi

Nombre = nomer

Oxygène = oksigen

Papa : Bapak, Papi : Kakek, Piknique : piknik, Pantaloon = celana panjang, Parfum = parfum, Partager = mempartisi, membagi, Pincettes = pinset/penjepit, Plafond = langit-langit, Pompe = pompa, Preparer : Mempersiapkan, Professeur : Guru,

Qualite = kualitas, Quantite = kuantitas,

Rechercher : Mencari, Region = daerah, Reparations = reparasi,

Sirloin : Daging Pinggang, Savon = sabun, Sortir : Keluar, Special = spesial, Spécifique = spesifik, Supermarche : Supermarket,

Tabac = tembakau, Toilette : Tempat berhias, Trottoir : Tempat pejalan kaki,

Universite =universitas, Usager = pemakai

deja Vu : Melihat, Venue : Tempat datang,

MATERI Sesi 2 :

SUBJECT : Je, Tu, Vous, Il/Elle, Nous, Ils/Elles

VERBE : Etre, Vouloir et Pouvoir

La Conjugaison de Verbe Vouloir et Pouvoir est :

Je suis - veux - peux

Tu es - veux - peux

il/elle est - veut - peut

Vous etes - voulez - pouvez

Nous sommes - voulons - pouvons

ills/ells sont - veulent -peuvent

DEMONSTRATIVE ADJECTIVES

MASCULINE FEMININE
SINGULAR ce ballon
(this/that ball)
cet avion
(this/that plane)
cette balle
(this/that ball)
cette orange
(this/that orange)
PLURAL ces ballons
(these/those books)
ces avions
(these/those planes)
ces balles
(these/those houses)
ces oranges
(these/those oranges)

INDEFINITE ARTICLE

MASCULINE FEMININE
SINGULAR un livre (a book) une maison (a house)
PLURAL des livres (books) des maisons (houses)
  • The ’s’ in des is not pronounced. If the following word begins with a vowel or a mute ‘h’, then it is pronounced with a strong sound.
  • In plural des must always be used.

DEFINITE ARTICLE

MASCULINE FEMININE
SINGULAR le livre (the book) la maison (the house)
PLURAL les livres (the books) les maisons (the houses)
  • The articles le and la become l’ if the following word begins with a vowel or a mute ‘h’. Example: l’homme, l’université.
  • The ’s’ in les is not pronounced. If the following word begins with a vowel or a mute ‘h’, then it is pronounced with a strong sound.

CONTRACTIONS WITH PREPOSITIONS à AND de

  • à + le = au
  • à + les = aux
  • de + le = du
  • de + les = des
  • The rest of combinations are not contracted.

PARTITIVE ARTICLE

MASCULINE +consonant FEMININE +consonant MASCULINE/FEMENINE +vowel
du pain (bread) de la bière (beer) de l’or (gold) de l’eau (water)
  • They are used with uncountable nouns. They mean a part or a portion of.

Sumber : http://www.saberfrances.com.ar/grammar/articles.html

Perkenalan

Bonjour, Je m’apelle Benoit (Halo, Nama saya Rima)
Je suis un professeur (Saya guru )
J’habite à Paris (Saya tinggal di Paris)
J’ai 21 ans (Umur saya 21 tahun)

Ravi de vous rencontrer (senang berkenalan dengan anda)

Pertanyaan yang kalo lagi mau kenalan:
Vous vous appelez comment? (siapa namamu?)
Où habitez-vous? (kamu tinggal di mana?)
Quelle est votre profession (apa pekerjaanmu?)
Quel âge avez-vous / tu as quel âge? (berapa usiamu?)

CONVERSATION : LES CROISSANTS

Fernand entre dans le cafe.

Fernand (F) : Garcon, svp, apportez-moi un creme avec deux croissants.

Garcon(G) : Je suis desole, monsieur, mais nous n’avons plus de croissants.

F : Bon, cela ne fait rien. Voyons, vous avez du the?

G : Oui, monsieur

F : Eh bien alors apportez-moi un the…avec deux croissants

G : Monsieur, je vous dis nous n’avons plus de croissants

F : C’est bien. Je ne suis pas difficile, et s’il n’y a plus de croissants, je vais prendre autre chose…je ne sais pas, moi…si vous avez du chocolat, je vais prendre un chocolat. Vous avez un chocolat?

G : Oui, monsieur.

F : Parfait. Aportez moi donc un chocolat…hmmhmm…avec deux croissants…!

G : (tres en colere) je vous dis, monsieur :  IL N’Y A PLUS DE CROISSANTS !

Le patron du cafe regarde le scene depuis quelques instants. Il vient vers le momsieur; le patron est aussi fache.

Le Patron : Monsieur, IL N’Y A PLUS DE CROISSANTS ! comprenez vous?  PLUS DE CROIS -SANTS

Le Patron : Garcon, vous avez de la patience ! A votre place, moi, les croissants je les prends et je lui jette a la figure.

Program Nusantara

Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia (RISTEK) bersama dengan Kementerian Luar Negeri dan Eropa Perancis (MAEE) dan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Perancis (MESR) kembali mengundang Bapak/Ibu para peneliti dan akademisi untuk mengikuti Program NUSANTARA 2011-2012.

Tujuan dari Program NUSANTARA ini adalah untuk mempromosikan dan mendukung proyek-proyek baru kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi antara peneliti/akademisi Indonesia dan peneliti/akademisi Perancis baik dari sektor pemerintah maupun sektor swasta.

Untuk melihat topik proposal yang dapat diusulkan dan informasi lainnya, dapat download di sini. Batas waktu penyerahan Application Form adalah 15 Juni 2010

( Sumber : http://ristek.go.id/?module=File&frame=Pengumuman/2010/Nusantara/prancis.html )