*Antara aku, nasibku dan karirku : Rien des Nouveaux sous le soleil

A. Existing Condition : Cap sebagai Anak yang yang tidak tahu Pekerjaan

Entah secara kebetulan atau memang ini adalah fakta statistik. Hampir di setiap rumah, akan dengan mudah kita jumpai orang tua yang marah kepada anaknya karena rumah berantakan sementara si anak tidak bergeming sedikitpun untuk melakukan sesuatu. Kalau dalam cerita agama : Konon katanya akan ada orang tua yang akan melahirkan majikannya. Bisa jadi, anak-anak seperti type tersebut adalah anak-anak yang kena kutuk dari orang tuanya dan dicap sebagai anak yang tidak tahu kerjaan. Ternyata kutukan ini, terbawa terus ketika si anak mendapatkan pekerjaan.

Kutukan itu berdampak pada Kualitas dan kinerja SDM yang kurang bisa menjawab tuntutan : jujur, kompeten dan profesional serta kreatif.

B. Management Ruang dan Waktu

Ada pengakuan jujur dari mahasiswa saya : 5 tahun kuliah hingga lulus diwisuda di auditorium, saya belum pernah duduk barang 1 jam di perpustakaan pusat universitas. Lebih ekstrim lagi ada teman saya yang belum pernah menginjakan kakinya ke perpustakaan. Tidak bisa disalah-salahkan. Itu adalah pilihan ! Lha wong faktanya tanpa ke perpus juga bisa lulus. Selama kuliah hidup saya hanya dibatasi “ruang” yang berdimensi luas 6×6 (baca: ruang kuliah), lantas ruang yang berdimensi luas 3×3 (baca: kos-kosan) dan ruang yang berdimensi luas 1×1 (baca: toilet).

Sejak mendengar pengakuan tanpa dosa seperti itu, pernah saya memberikan tugas kepada para mahasiswa untuk mengunjungi dan melihat perpustakaan. Dan 15 menit pertama yang harus dilakukan adalah berdiam diri di loby utama perpus. Saya meminta mereka merenungkan : Tentang hakikat penciptaan sebuah perpustakaan.

Saya melanjutkan bertanya kepada si pejalan malam tadi (alias si mahasiswa sakti) : ” Kalau kamu bangun tidur jam 4.30 pagi diberi uang Rp. 15.000.000,- lantas ketika naik lagi ke tempat tidur malam hari, kamu ditanya ” :

“Masih berapa uang kamu tersisa ?”

“Untuk apa uang tadi kamu gunakan ?”

Nisacaya pertanyaan diatas akan menjadi sulit dijawab kalau kemudian uang 15 juta itu tadi diganti dengan “waktu”. Kenapa ? Karena waktu tidak dapat dikontrol, yang dapat dikontrol adalah niat, kemauan dan tindakan dari setiap manusianya. Apakah mau mereka bekerja? Mau bersilaturahmi atau membuat network yang tidak hanya lokal tapi juga mengglobal? Semua tergantung pada individunya.

Tatakala Tuhan menciptakan “waktu”, Dia sudah memperhitungkan akan ada banyak orang yang menyia-nyiakan waktu. Tapi juga sudah diperhitungkan : bahwa suatu hari akan ada orang yang tidak hanya cukup sehari kerja 15 jam atau 24 jam !!! Mereka butuh 26 jam bahkan lebih untuk bekerja, baik individu maupun group. Lantas bagaimana kita bisa menghargai waktu? Orang tidak akan mampu menghargai sebuah karya kalau dia tidak tahu proses penciptaannya.

C. Membaca Arus dan Arah Perubahan

Apa mahasiswa semester I Teknik Mesin masih diminta menggambar baut ? dan mahasiswa Matematika masih belajar derivatif alias turunan dan setelah berhasil menurunkan diminta meng-integralkan lagi ? Kalau jawabnya : “YA” berarti pengakuan polos mahasiswa saya tadi adalah benar adanya. Nggak usah ke perpus cari referensi baru, nggak usah ke perusahaan-perusahaan cari data untuk riset aplikasi turunan dan integral, dan nggak usah macam-macam karena memang dari tahun ke tahun gak ada yg berubah.

Disisi lain, muncul pergerakan perubahan menuju ke sebuah seni dan pengetahuan baru yang mendasarkan pada 4 gagasan yaitu : collaboration, peering, share dan act globaly. Empat pilar yang akan mengganti doktrin Bisnis baru.

Ada sebuah cerita menarik di tempat kerja saya, semua pekerjaan yang berbentuk proposal biasanya akan keluar ide-idenya kalo sudah mendekati deadline (injury time). Bahkan ada proposal yang 2 hari lalu terima undangan dari penyandang dana, dan hari ini harus dikerjakan dan besok pagi harus dikumpulkan. Mana mungkin bisa selesai? PASTI selesai…!! Karena Tuhan telah menciptakan waktu untuk bekerja tidak hanya 24 jam. Kok bisa?

PC atau Laptop terkoneksi internet dan networking yang selama ini kita bangun membuat semua jadi mungkin. Tim bekerja mulai jam 8 pagi : mulai dari brain storming, bikin rangkuman global, mencermati buku panduan, dll. Ok deal kerja dimulai : Bikin 2 proposal !!! Waks?

Jam 13.00 WIB start kerja. Dan jam 21.00 WIB finish. Cuma pekerjaan belum kelar, masih harus nyusun metodologi, budgeting dan lampiran A, B, C dan D. Semua orang pulang. Tidur….Esok pagi jam 07.00 WIB, datang…, semua dokumen sudah ready, tinggal di cetak. Pas jam 9 tet diserahkan ke penyandang dana proposal. Kok bisa? ada jin ya…yang bantu?

Ketika kita tinggal tidur tadi, ada tim puskom yang berada di wilayah waktu yang masih jam 3 sore (WPB : Waktu Prancis Barat). Mereka lah yang melanjutkan bekerja sampai jam 24.00 WPB atau jam 7 pagi WIB. Nah jam 07.00 WIB kami sudah sampai lagi di kantor tinggal chating sebentar dan menerima attach file. Koreksi 15 menit anda ready to print….

D. Membuat Konsep dan Action Plan

Salut untuk orang madura (konon pekerjaan mereka identik dengan kekasaran : Tukang potong rambut “pitingan” dan jual sate alias urusan sembelih menyembelih). Ternyata jiwa “kerja” mereka sangat luar biasa. Satu warung : Suami buka potong rambut, istri jual satu atau soto madura dan anaknya buka tambal ban. Konsep bisnis ini sudah dipatenkan turun temurun.

Secara fitrah, kita diberi kapital yang sangat luar biasa, Tuhan telah menciptakan 3 rongga dalam tubuh kita : Rongga Kepala, Rongga dada dan Rongga Perut.

Secara financial, kita telah pula diberi kapital oleh orang tua kita dengan mengisi ketiga rongga itu sesuai dengan kebutuhannya.

Secara sosial, kita telah diberi kapital sosial dengan dibangunkan networking dengan mempunyai teman, sahabat dan kerabat

Orang mau kerja rata-rata yang dibutuhkan pertama kali adalah modal, lantas apalagi yang dicari kalau capital/modal sudah ada secara fitrah, financial dan social? Ternyata banyak yang kehilangan apa yang disebut konsep dan roadmap. Saat menjadi mahasiswa adalah masa yang tepat untuk membuat kedua hal tersebut diatas. Jiwa idealisme mahasiswa akan membawa pada konsep dan roadmap yang dangkal.

E. Mulai dari Sekarang

Benar tidak ada yang baru dibawah matahari. Semua sudah ada, tinggal bagaimana kita mensintesa, membuat reaksi, menggabungkan, memisahkan dll untuk menghasilkan sesuatu yang disebut dengan KARYA. Dan semua itu akan bisa dijalani dengan kerja ( baca : cinta yang mengejawantah)

*)disampaikan pada Seminar Karir FMIPA dan Depnakertrans tgl 17 Mei 2009

dlm format pdf klik motivasi dan karir FMIPA UNS dan depnakertrans